Blog ini adalah koleksi artikel dari website... dan untuk kegunaan sendiri saja... "KETERBUKAAN adalah awal dari PEMULIHAN..."
Friday, July 8, 2011
Tips Pacaran Bagi Orang Kristen
Karena ada yang gak mendapat dengan lengkap tips pacaran buat orang Kristen, aku coba kirimin lagi yah dengan bahan yang sudah saya rangkum, ok selamat mempelajari Tuhan berkati!
Tips Pacaran Bagi Orang Kristen
1.. Belajarlah untuk mengutamakan Tuhan dalam hidup Anda! Persiapkan diri Anda untuk sebuah pernikahan Kristen! Bacalah Alkitab Anda, berjemaatlah di gereja dimana Anda bertumbuh. Pelajarilah hikmat Tuhan untuk pernikahan, suami-suami dan istri-istri. Alkitab telah memberikan kita satu perintah yang sangat penting untuk bidang ini, yaitu “menjadi pasangan yang seimbang (2 Korintus 6 :14). Pelajarilah ayat ini dan cobalah untuk dapat mengerti arti sebenarnya!
2.. Kenali diri Anda! Ambillah waktu untuk membuat perubahan apapun yang Anda butuhkan untuk dapat menjadi pasangan yang baik bagi seseorang. Anda TIDAK dapat menjadi bahagia dalam pernikahan MANAPUN tanpa bahagia terlebih dahulu dengan diri Anda sendiri!
3.. Mengetahui apa yang Anda butuhkan! Anda harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan Anda, dengan demikian Anda dapat mengkomunikasikannya dengan pasangan Anda di masa depan. Ini adalah hal
yang tidak dapat Anda kompromikan! Tanyakan juga kepada pasangan Anda apa yang dia butuhkan. Kemudian carilah tahu apakah Anda berdua dapat saling memenuhi kebutuhan satu sama lain. Kami bahkan tidak dapat cukup meyakinkan Anda bahwa hal ini sangatlah penting!
4.. Belajarlah untuk peka terhadap tanda-tanda peringatan yang Anda rasakan ketika Anda sedang pacaran dengan seseorang! Menyadari bahwa seseorang yang sedang menjalin hubungan dengan Anda bukanlah “seseorang yang special” adalah separuh dari perjuangan Anda. Anda bisa saja berusaha agar hubungan itu dapat berjalan dengan baik seumur hidup Anda, yang kemudian pada akhirnya, tidak akan pernah berhasil! Semua orang mempunyai kualitas yang baik dan buruk. Hanya karena Anda tidak cocok
dengan seseorang, bukan berarti bahwa orang itu tidak akan menjadi pasangan yang baik bagi orang lain! Apabila memang tidak “cocok”, hormati diri Anda dan pasangan Anda dengan mengakhiri hubungan Anda. Anda berdua layak untuk memiliki hidup yang berbahagia.
5.. Jangan hidup dalam ketakutan dengan kemungkinan bahwa Anda akan tetep sendiri seumur hidup Anda. Ketakutan akan menumbuhkan kegilaan ketika Anda sedang menjalin hubungan! Kebutuhan Anda menjadi tidak berarti sama sekali bagi diri Anda! Anda bahkan dapat membuat keputusan-keputusan bodoh ketika ketakutan ini mengambil alih diri Anda. Isilah kehidupan Anda dengan hal-hal yang dapat membuat Anda merasa gembira. Serahkan semuanya kepada Tuhan dan TINGGALKAN itu di sana!
6.. Minum-minum yang berlebihan (alkoholik, pesta minuman keras di akhir pekan, dll), orang yang bertindak dengan kekerasan dan sejenisnya, adalah orang-orang yang “TIDAK MAMPU” untuk sebuah hubungan dengan komitmen. Orang-orang ini membutuhkan pertolongan dan “penyakit-penyakit” mereka membuat mereka untuk saat itu, tidak mampu membangun suatu hubungan yang
sehat. Tentu saja Allah tidak berkenan bahwa ada sesuatu yang kita ’sembah’ selain Dia. Allah harus selalu menjadi yang pertama. “Hubungan” sejenis ini terbukti hanya akan terus menyakiti Anda berulang-ulang kali. Doronglah mereka selalu, sesering mungkin, untuk mencari pertolongan yang mereka butuhkan, sehingga satu hari nanti mereka akan dapat mengalami hidup yang telah Allah rencanakan bagi mereka.
7.. Carilah seorang konselor Kristen dengan reputasi yang baik, bila memungkinkan, untuk membantu Anda dalam membuat keputusan yang benar. Pernikahan adalah KOMITMEN untuk SEUMUR HIDUP. Anda bertanggung jawab terhadap diri Anda sendiri untuk membuat keputusan terbaik yang bisa
Anda buat. Menemukan pasangan yang tepat dan membuat komitmen untuk seumur hidup dengan orang tersebut adalah sebuah anugerah yang luar biasa dari Tuhan
Bagaimana Saya Mengetahuinya?
Pertanyaaan yang ditanyakan oleh semua orang, inilah pendapat kami!
1.. Apakah Anda merasakan DAMAI..DAMAI..DAMAI..Damai di hati Anda? Apabila sama sekali tidak ada perasaan itu di dalam diri Anda maka Anda tahu bahwa ada sesuatu yang tidak beres! “Tapi mungkin segala sesuatunya akan berubah”, jawab Anda. Apakah Anda sedang membuat alasan-alasan
untuk seseorang, bahkan ketika Anda tidak setuju, atau itu memukul pusat dari diri Anda yang sebenarnya? Apabila Anda harus membuat alasan, bahkan hanya satu alasan, maka Anda benar-benar harus mengawasi dengan benar arah yang sedang Anda tuju. Ini adalah masalah besar, sobat!
2.. Apakah Anda bertengkar/berbaikan lagi.. bertengkar/berbaikan lagi? Ini bukanlah tanda bahwa kalian berdua dapat berpasangan dengan cukup baik. Tuhan tidak pernah memaksudkan pernikahan sebagai medan peperangan dari keinginan-keinginan kita. Apabila ini terjadi ketika Anda sedang
berpacaran, yakinlah bahwa hal ini akan terus berlanjut ketika Anda telah menikah. Hal ini tentu saja tidak sesuai dengan prinsip pernikahan yang kita ketahui. Kembali lagi kepada kebutuhan-kebutuhan. Kebutuhan seseorang sedang diabaikan, kadang-kadang, kebutuhan ini tidak dapat dipenuhi. Adalah
sangat penting untuk dapat mengetahui apakah pasangan Anda di masa depan dapat memenuhi kebutuhan Anda atau tidak dan sebaliknya. Mengetahui perbedaan yang ada di antara Anda akan dapat menghindarkan Anda dari sakit hati di masa yang akan datang.
Tuesday, June 14, 2011
Sunday, April 3, 2011
Stres Itu Masalah Pilihan
Stres Itu Masalah Pilihan
Wednesday, February 23, 2011
Hati-hati Jatuh
Ayat bacaan: 1 Korintus 10:12
==========================
"Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!"
Betapa seringnya kita melihat tokoh-tokoh terkenal yang kemudian hancur ketika sedang berada di puncak ketenaran. Ada banyak di antara mereka yang tadinya orang baik-baik, orang yang takut akan Tuhan, tetapi ketika ketenaran mulai ada dalam diri mereka, mereka pun terjebak pada berbagai jerat dosa yang akhirnya menghancurkan karir mereka seketika. Seringkali kehancuran ini begitu parah sehingga mereka sulit untuk mengembalikan popularitas mereka ke titik semula. Berbagai bentuk godaan dunia biasanya akan sulit ditolak ketika kita merasa berada di puncak, ketika kita terlena dalam kesuksesan, ketika kita merasa kuat. Skandal seks, korupsi, kesombongan, ketamakan dan sebagainya sering membuat para tokoh terkenal kemudian jatuh. Betapa ironisnya, mengingat banyak di antara mereka yang telah membangun dengan susah payah selama bertahun-tahun.
Mempertahankan jauh lebih sulit daripada memulai. Itu harus selalu kita ingat. Karena di saat kesuksesan hadir dalam diri kita, ada banyak faktor yang siap membuat kita lupa diri. Ini adalah sesuatu yang akan sangat jarang menerpa ketika kita sedang merintis sesuatu. Membangun sesuatu, atau merintis sesuatu itu tidak mudah, tetapi mempertahankan itu jauh lebih sulit lagi. Paulus dengan tegas mengatakan hal ini. "Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!" (1 Korintus 10:12). Ketika kita merasa kuat, ketika kita merasa sukses, di saat seperti itulah kita harus waspada lebih dari sebelumnya. Di saat kita mengira kita sudah teguh berdiri, ketika kita berada di puncak karir atau popularitas dan sebagainya, itulah sebenarnya yang merupakan masa paling rawan bagi kita untuk jatuh.
Penundukan Diri
=======================
"Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya."
Sebuah keteladanan mengenai penundukan diri bisa kita lihat dari pribadi Yesus ketika masih kecil. Pada suatu kali di usia 12 tahun Yesus pergi ke Yerusalem untuk merayakan Paskah bersama kedua orang tuanya. Setelah perayaan usai, di tengah perjalanan Maria dan Yusuf baru sadar bahwa ternyata Yesus tidak berada bersama mereka. Mereka pun segera kembali ke Yerusalem untuk mencari Yesus. Saya bisa membayangkan betapa cemasnya orang tua yang kehilangan anaknya di tempat ramai seperti itu. Dan perjalanan kembali untuk mencari itu pun makan waktu yang tidak singkat. Alkitab mencatat bahwa tiga hari kemudian barulah mereka berhasil menemukan Yesus. Dimana? Di dalam Bait Allah. "Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka." (Lukas 2:46). Kecerdasan Yesus dalam menjawab para alim ulama itu sungguh mencengangkan mereka, termasuk pula Maria dan Yusuf. Seperti orang tua pada umumnya, tentu saat itu Maria dan Yusuf diliputi perasaan campur aduk, antara lega dan marah. Mereka pun menegur Yesus karena menghilang diam-diam seperti itu. Dan lihatlah, meski dalam Alkitab tercatat bahwa Yesus sempat mengatakan bahwa memang disanalah Dia harus berada, di dalam rumah Bapa (ay 49), tetapi Yesus mengambil keputusan untuk taat dan tunduk kepada orang tuanya di dunia ini. Ayat selanjutnya menggambarkan hal tersebut. "Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya." (ay 51). Yesus memutuskan untuk taat mengikuti permintaan keuda orang tuaNya. Ia pulang ke Nazaret mengikuti mereka dan tetap hidup dalam asuhan mereka. Yesus tahu benar bahwa penundukan diri adalah hal yang pertama sekali harus dilakukan sebelum menerima sebuah otoritas.
Friday, December 3, 2010
Jangan membiarkan kepahitan Mengakar dalam diri anda
Bacaan: Ibrani 12:14-15
Kita sering mengalami sesuatu yang tidak adil atau perlakuan yang tidak baik, ini merupakan bagian dari kehidupan nyata. Ketika kita diperlakukan tidak adil oleh orang lain, kita dapat memilih untuk menanggung penderitaan itu sehingga menjadi kepahitan dalam diri kita (tumbuh akar yang pahit), atau kita dapat memilih membiarkan itu berlalu dan mempercayai Tuhan untuk membuat keadilan bagi kita.
Menurut penelitian 70% orang saat ini marah terhadap sesuatu. Angka 70% menunjukkan bahwa 7 dari 10 orang yang kita temui akan menjadi marah. Ini tidak termasuk orang-orang yang lalu lalang di jalan.
Orang yang menjadi tempat berlabuh kemarahan sering tidak menyadarinya hal ini, tetapi mereka terus menerus meracuni kehidupan mereka sendiri dengan rasa marah. Bila kita tidak memaafkan, mungkin kita tidak sedang menyakiti orang lain, mungkin kita tidak sedang menyakiti instansi di mana kita bekerja yang memperlakukan kita dengan salah, kita tidak menyakiti Tuhan, tetapi kita sedang menyakiti diri kita sendiri.
Kalau kita ingin menjalani kehidupan terbaik kita saat ini, kita harus dengan cepat memaafkan. Belajar untuk membiarkan luka-luka kepahitan dan penderitaan masa lalu berlalu. Jangan membiarkan kepahitan mengakar dalam diri kita dan hidup kita. Mungkin sesuatu terjadi pada kita saat kita kecil, seseorang salah memperlakukan kita, seseorang mengambil keuntungan dari kita. Mungkin seseorang menipu kita atau mengatakan sesuatu yang tidak benar tentang kita. Mungkin seorang teman dekat berkhianat terhadap kita dan kita memiliki banyak alasan untuk menjadi marah dan merasa getir dan pahit.
Tetapi demi kesehatan emosional dan spiritual kita, kita harus membiarkan semua itu berlalu. Karena semua itu tidak membawa kebaikan bagi kita untuk membenci seseorang yang telah melakukan kesalahan kepada kita. Juga tak masuk akal untuk terus menerus memendam kemarahan terhadap apa yang dilakukan orang pada kita di masa lalu. Karena kita tak mungking dapat mengubah sesuatu yang sudah terjadi di masa lalu, tetapi kita dapat melakukan sesuatu untuk masa depan kita. Kita dapat memaafkan dan mulai mempercayai Tuhan untuk melakukan yang terbaik bagi kita.
Seperti dikatakan dalam bacaan di atas: “jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang. “ Perhatikan bahwa kepahitan dijelaskan sebagai suatu akar. Pikirkan hal ini. Akar tidak bisa dilihat karena berada jauh di dalam tanah. Tetapi anda dapat merasakan dan melihatnya dari buah yang dihasilkannya. Akar yang pahit menghasilkan buah yang pahit juga. Karena itu kalau dalam diri kita mengalami kepahitan, maka kepahitan ini akan mempengaruhi seluruh bidang kehidupan kita.
Banyak orang mencoba mengubur, atau menyembunyikan kepahitan atau luka-luka mereka dalam-dalam di hatinya atau di alam bawah sadar mereka. Mereka menjadi tempat pelabuhan atau persinggahan perasaan tak memaafkan dan kemarahan mereka, kemudian mereka bertanya mengapa mereka tak dapat hidup dalam kemenangan, mengapa mereka tidak dapat bergaul dengan orang lain, mengapa mereka tidak dapat menjadi bahagia. Mereka tidak menyadari hal ini, hal ini karena hati mereka telah diracuni oleh kepahitan dan kemarahan mereka. Alkitab mengatakan Matius 15:19-20 “ Karena dari hati hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat. 20 Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dgn tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang.” Dengan kata lain, kalau kita memiliki kepahitan dalam diri kita, itu akan berakhir dengan kontaminasi atau polusi segala sesuatu yang keluar dari kita. Itu akan mengkontaminasi pribadi kita dan sikap kita, serta bagaimana kita memperlakukan orang lain .
Banyak orang mencoba memperbaiki diri mereka atau kehidupna mereka dengan cara memperbaiki bagian luar mereka. Mereka mencoba mengurangi perilaku buruk mereka, perangai buruk mereka, atau persona atau citra mereka yang negatif. Mereka berhubungan dengan buah-buah dari kehidupan mereka, mencoba merubah sesuatu yang bersifat mendatangkan daya tarik. Tetapi kebenarannya sebenarnya tidak mereka selesaikan yaitu, berhubungan dengan akar kepahitan hidup mereka. Kalau mereka tak mampu membiarkan akar kepahitan itu berlalu, maka mereka tak akan dapat merubah buah-buah kehidupan mereka. Karena selama akar kepahitan masih bertumbuh dalam diri mereka, maka masalah merek akan tetap ada dan akan terus tertampil keluar dari waktu ke waktu. Kita mungkin dapat mengontrol perilaku kita untuk sesaat atau menjaga sikap yang baik untuk periode yang singkat, tetapi pernahkah kita bertanya mengapa kita tak pernah merasa bebas? Mengapa kita tak mampu mengalahkan perilkau atau kebiasaan-kebiasaan yang jelek.
Kita harus mencari lebih dalam. Kita harus menemukan mengapa kita begitu marah, mengapa kita selalu begitu negatif. Kalau kita mencari lebih dalam dan mecapai akar permasalahan , maka kita akan mampu berurusan dengan persoalan utama, mengalahkannya dan mulai merubahnya.
Seringkali kita tidak perlu kembali dan melepaskan semua pengalaman negatif, mengulang semua pengalaman masa lalu yang getir dan pahit. Tak perlu harus semua itu kita lakukan. Tetapi yang penting adalah kita meneliti, memeriksa hati kita untuk memastikan bahwa kita tidak menyembunyikan kemarahan dan ketidakmampuan mengampuni di dalam diri kita. Kalau kita memiliki daerah dalam hidup kita dimana ada pergumulan terus menerus, pertentangan terus menerus, mencoba merubah tetapi menemukan diri anda tak mampu melakukannya, maka kita membutuhkan Tuhan dalam hal ini untuk menunjukkan pada kita apa yang menghalangi kita dari kebebasan. Bertanyalah kepada Tuhan untuk menunjukkan kepada anda kalau anada memiliki sesuatu akar kepahitan yang butuh untuk digali dan dikeluarkan dari hidup anda. Kalau Tuhan memberikan sesuatu pencerahan, cepat-cepat menanganinya. Mau berubah. Jangan biarkan racun masa lalu terus menerus mengkontaminasi meracuni kehidupan anda.
Bertahun-tahu yang lalu terjadi penyebaran penyakit dalam suatu dusun kecil di suatu daerah terpencil Afrika. Baik anak-anak dan orang dewasa jatuh sakit dan muntah-muntah. Beberap mingu berlalu, dan penyakit ini menyebar makin luas, dan orang mulai meninggal. Kabar penyakit ini mencapai kota utama, dan para ahli dikirim untuk mencari tahu apa penyebab masalahnya. Mereka kemudian menemukan bahwa sumber ari terkontaminasi. Massyarakat pendesaan itu mendapatkan sumber air mereka dari mata air di gunung, maka para ahli itu memutuskan mengikuti sumber air tersebut untuk menemukan sumber polusinya. Mereka berjalan berhari-hari dan akhirnya tiba di mulut aliran air. Tetapi di atas permukaan mereka tidak menemukan hal-hal yang salah. Bingung dengan hal ini, mereka memutuskan menyelam untuk mencari lebih dekat pada mata air tersebut.
Apa yang ditemukan para penyelam mengejutkan para ahli. Seekor babi betina dan bayinya tergeletak tepat dimulut mata air. Mungki mereka terjatuh dan tenggelam dan terjebak disitu. Bangkai mereka mencemarkan air itu dan menebarkan penyakit ke seluru desa. Ketika para penyelam mengeluarkan bangkai babi ini, air yang mengalir menjadi bersih dan terbebas dari pencemaran.
Dalam kehidupan kita sesuatu negatif yang sama mungkin terjadi. Kita semua mengalami sesuatu yang negatif. Mungkin kemarin, mingu lalu atau bertahun-tahun lalu. Seringkali, bukannya membiarkan hal-hal negatif itu berlalu dan memberikannya kepada Tuhan, kita menyimpannya dalam kehidupan kita. Kita tidak memaafkan, dan sama seperti babi-babi itu, kepahitan itu mencemari kehidupan kita.
Dimulai dengan sesuatu yang buruk terjadi. Beberapa saat kemudian kita mulai menerimanya. Kita kemudian mulai menyediakan tempat dalam hati kita bagi kepahitan itu; sesudah itu kita mulai belajar hidup berdampingan dengan kepahitan kita. Akhirnya dia menjadi bagian dari hidup kita sehingga kita mengakui sebagai pribadi kita. Kita mengakui bahwa kita adalah seorang pemarah, seorang pendendam. Itu adalah pribadi kita. Kita selalu seperti itu. Kita selalu pahit dan getir. Itulah kita.
Semua itu tidak benar, kita sebenarnya bukan seperti itu. Kita butuh kemampuan untuk mengeluarkan racun itu dalam diri kita yang mencemari hidup kita dan pribadi kita. Kita sebenarnya adalah seperti kristal yang jernih, seperti air yang jernih, bukan air yang kotor dan buram. Karena Tuhan menciptakan kita menurut citra diriNya. Tuhan menginginkan kita gembira, sehat seutuhnya. Tuhan ingin kita menikmati kehidupan kita sepenuhnya, bukannya hidup dalam kepahitan, kemarahan dan dendam, dicemari dan diracuni sehingga juga mencemari orang lain dimana kita memiliki pengaruh.
Bayangkan diri anda sebagai kristal yang jernih meskipun saat ini anda masih berada dalam lumpur kepahitan dan dendam. Kalau anda mulai memaafkan orang yang melakukan kejahatan kepada anda, dan melepaskan semua kepahita, luka-luka dan kegetiran, maka semua itu akan terlepas dan meninggalkan anda dan anda akan mulai melihat diri anda seperti air yang jernih, kristal yang jernih kembali. Anda akan mengalami kebahagiaan, kedamaian, dan kebebasan yang Tuhan inginkan terjadi pada anda dan hidup anda.
Mungkin ini sama seperti yang diminta oleh Daud ketika ia mengatakan dalam Mazmur 139;23: “selidikilah aku ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikira-pikiranku;” Kita erlu menyelidiki hati kita dan meyankinkan kita bahwa kita tidak memiliki sesuatu akar kepahitan yang tertanam jauh di dalam lubuk hati kita.
Seringkali sesuatu kepahitan awalnya bukanlah sesuatu hal yang besar yang mencemari hidup kita. Mungkin suami atau isteri kita tidak pernah meluangkan waktu bersama kita seperti yang kita harapkan, dan kemudian kita mulai merasakan kemarahan dan dendam. Kita mulai berlaku kaku terhadap pasangan kita, tidak menghargai lagi padanya, mulai mendiamkan pasangan kita, menyembunyikan sesuatu dari dia, tidak lagi bersikap ramah padanya. Kita secara sadar menjadi makin kaku dan terbiasa dengan hal itu.
Hati-hati dengan hal itu. Akar kepahitan ini akan mencemari hidup kita. Karena itu tetapm menjaga agar aliran sungai kehidupan kita tetap bersih dan murni. Jangan biarkan hati kita tercemar. Alkita berbicara tentan dalam Matius 6: 14-15 “ karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kamu juga, 15 tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.” Alkitab berbicara untuk cepat mengampuni, makin lama kita menahan, makin keras itu akan terjadi. Makin lama kita menahan kemarahan dan dendam itu, makin dalam akar kepahitan itu berkembang.
Kadang-kadang, dari pada memaafkan dengan segera, membiarkan kepahitan dan kegetiran itu pergi, kita secara diam-diam mengubur itu dalam-dalam jauh di dalam hati kita dan pikiran kita. Kita tak ingin membicarakannya. Kita tak ingin memikirkannya. Kita inign mengabaikannya dan berharap itu akan berlalu begitu saja.
Itu tidak akan terjadi. Sama seperti babi yang terjebak dalam mata air dan mencemari aliran air, suatu ketika itu pencemarannya akan timbul dalam hidup kita, dan hidup kita akan menjadi berantakan. Bila itu terjadi maka hal itu akan membuat kita jauh lebih sakit dan sedih, dan kalau kita menolak berhubungan dengan itu, kepahitan itu bahkan dapat membunuh kita.
Beberapa puluh tahun yang lalu beberapa perusahaan Amerika diminta oleh pemerintah Amerika untuk mengubur produk buangan yang beracun di bawah tanah. Mereka mengisi produk ini ke dalam kontainer besi, dan menutupnya drum itu rapat-rapat, dan menguburkannya dalam-dalam jauh di bawah tanah. Mereka mengira masalah sudah berakhir. Namun tidak berapa lama kontainer ini mulai bocor produk beracun ini mengalir naik kepermukaan tanah, dan menyebabkan masalah, Di beberapa lokasi produk beracun ini membunuh sayuran dan mencemari suplai air. Di dekat daerah air terjun Niagara, banyak orang mulai menderita sakit dan mati karena kanker atau penyakit-penyakit lain. Sampai saat ini banyak masyarakat masih menderita akibat penguburan produk beracun tsb.
Apa yang salah? Karena mereka mencoba mengubur sesuatu yang terlalu beracun. Racun ini tidak dapat diisolasi. Mereka pikir mereka dapat menguburnya dan persoalan selesai. Mereka tidak menyadari bahwa bahan yang mereka kubur terlalu kuat dan berbahaya untuk dimasukkan begitu saja dalam kontainer.
Hal yang sama terjadi juga dengan kita. Bila seseorang menyakiti kita, seseorang berbiuat salah pada kita, dari pada membiarkan itu pergi dan menyerahkan kepada Tuhan untuk memperbaiki hidup kita, kita mencoba menguburkan kepahitan itu dalam-dalam di dalam hati kita. Kita mencoba menumpuk ketidak mampuan mengampouni/ memaafkan, kemarahan, dendam dan berbagai hal-hal merusak dalam “kontainer diri kita yang mudah bocor”. Tetapi sayang sekali, sama seperti bahan beracun yang dapat bocor dan naik ke permukaan, suatu ketika hal-hal yang kita tumpuk dalam-dalam itu akan naik ke permukaan dan mulai mencemari hidup kita. Kita tak dapat hidup bersama racun dalam diri kita dan mengharapkan hal itu tidak merusak diri kita.
Hadapilah itu. Kita tidak terlalu kuat untuk menghapus racun dalam hidup kita. Kita membutuhkan pertolongan dari seseorang yang jauh lebih besar dan lebih kuat dari kita. Itulah sebabnya kita perlu memberikan kepahitan, dendam kemarahan, dan berbagai bahan pencemar kepada Tuhan. Pengampunan adalah kunci untuk pembebasan dari racun kepahitan. Mengampuni orang yang menyakiti kita. Mengapa atasan yang berbuat salah pada kita, mengampuni teman yang berkhianat atau berdusta pada kita, mengampuni orang tua yang mungkin salah mendidik dan memperlakukan kita dengan baik. Jangan membiarkan akar kepahitan berkembang menjadi besar dan lebih mendalam dan terus mencemari hidup kita.
Bagaimana kita mengenal berbagai racun dalam hidup kita. Pada beberapa orang itu kelihatan seperti kemarahan. Pada orang lain terlihat seperti depresi, tertekan. Pada yang lain lagi seperti merasa kurang daya tarik pribadi. Racun ini dapat menampilkan diri dalam berbagai cara yg berbeda dan kadang merusak sebelum kita sempat menyadarinya.Sebagai contoh, seoerang petinju mungkin bertinju karena rasa marah akibat pengalaman masa kecil diperlakukan secara sadis atau diolok-olok orang lain. Seorang mungkin mencoba menghindari jalan ke tempat kerja karena di jalan itu tinggal seseorang yang tidak disukainya yang mungkin sedang berdiri di tepi jalan ketika ia melewati jalan itu.
Kunci untuk melepaskan diri dari racun kepahitan karena diperlakukan salah atau disakiti oleh orang lain adalah dengan memaafkan. Melalui pengampunan kita justru dibebaskan dari kepahitan kita dan dari kemungkinan racun yang mengendap di dalam diri kita. Bila kita ingin melanjutkan hidup kita, kita harus membiarkan semua kepahitan itu pergi dari kita, mengampuni dan menyerahkan diri kita kepada Tuhan berbuat yang terbaik bagi kita.
Dengan memaafkan kita mendapatkan kegembiraan kita kembali. Dengan pengampunan kita mendapatkan kembali kedamaian diri kita. Jadi ketika kita mengampuni seseorang, kita bukan saja berbuat baik baik orang itu, tetapi jauh lebih besar adalah berbuat baik untuk diri kita sendiri.
Kalau kita tak mau mengampuni seseorang, maka hal ini akan menjauhkan kita dari berkat Tuhan. Doa-doa kita akan tidak dijawab oleh Tuhan. Karena kalau kita berdoa tetapi jauh di dalam hati kita, kita belum mengampuni seseorang, maka sebaiknya kita berdamai dulu dengan orang itu baru datang menghadap Tuhan. Kepahitan akibat ketidak mampuan kita kita mengampuni akan membuat berkat Tuhan menjauh dari kita, dan doa-doa kita tak didengar Tuhan.
Pengampunan adalah suatu pilihan, tetapi itu bukan suatu option. Karena seperti dikatakan oleh Yesus, “Bila kita tidak mengampuni orang lain, maka Bapamu di surga juga tidak akan mengampunimu.” Jadi kalau kita ingin mendapatkan kebahagiaan, kegembiraan, kedamaian, jangan menahan pengampunan kita pada orang lain. Biarkan pengampunan kita terjadi. Jangan biarkan kepahitan mengakar dalam diri kita. Bila Tuhan menunjukkan hal-hal itu kepada kita, cepat-cepatlah melakukannya. Jagalah hati kita sejernih dan sebening kaca. Buanglah racun kepahitan jauh-jauh dalam diri kita. Niarlah Tuhan mendatangkan keadilan dalam hidupmu dengan melimpahkan berkat-berkat yang jauh lebih besar dari apa yang sudah dicuri dalam hidupmu. Tuhan mengembalikan apa yang hilang dalam hidup anda akibat perbuatan orang lain.
Sama seperti Yusuf mengampuni saudara-saudaranya yang telah menjual ia ke Mesir sebagai budak, maka Allah mengembalikan semua yang hilang dari padanya akibat perbuatan saudara-saudarnya berlipat-lipat ganda bahkan menjadi orang nomor dua tertinggi di Mesir sesudah Firaun. Resapilah apa kata Yusuf kepada saudara-saudaranya: kalian merancang malapetaka kepadaku, tetapi Allah mengubah malapetaka itu menjadi keselamatan bukan saja untukku tetapi juga untuk memelihara kehidupan dan menjamin kelanjutan keturunanmu di muka bumi ini dan untuk memelihara hidupmu, sehingga sebagian besar dari padamu tertolong.
http://www.flobamor.com/forum/bina-rohani/6428-jangan-membiarkan-kepahitan-mengakar-dalam-diri-anda.html#post58678
Satanic & Tiga angka enam (666)
Angka 666 dalam bhs Latin bisa diartikan sebagai DIC LVX = “dicit lux” – suara cahaya. Maklum setan dalam bhs Latin sering diberi nama sebagai Lucifer (Lux Ferre) atau sipembawa cahaya. Dalam istilah astrologi disebut juga sebagai Bintang Fajar atau Venus atau planet ke-enam terbesar dalam tata surya kita.
666 dalam angka Rumawi = DCLXVI atau dalam arti kata lain dalam angka 666 tsb telah dapat merepresentasikan seluruh angka yang terdapat dalam angka Rumawi (D = 500, C = 100, L = 50, X = 10, V = 5, I = 1).
Semua yang buruk dan jahat konon mempunyai kaitannya dengan angka 666 seperti roulet, apabila semua angka di meja roulet dijumlahkan akan menjadi 666. Berzinah itu dosa berat maka dari itu angka 666 dalam bhs Yunani mempresentasikan XES (sex terbalik) atau Χ Ξ Σ (Chi Xi Sigma) sebab dalam bhs Yunani maupun Ibrani abjad mereka itu juga identis dengan angka. Begitu juga dengan nama dari Kaiser Nero dalam bhs Ibrani ini bisa ditulis dengan angka 666 (Neron Kesar). Racun yang mematikan adalah racun 666 = racun Hexachloride yg diambil dari formula kimia C6H6Cl6.
Hal inilah yang menyebabkan angka 666 selalu diidentikkan dengan Satanisme atau hal-hal yang berbau pemujaan setan.
Satanic Symbol
Simbol atau lambang klenik (gaib) adalah sarana kekuatan yang digunakan pengikut aliran sesat untuk memohon bantuan kekuatan jahat dalam dunia gaib dan pemujaan setan. Tetapi penggunaannya baru bisa efektif jika dalam bentuk tiga dimensi.
Simbol digunakan orang untuk menarik perhatian kekuatan gelap. Sebagian besar dari kita belum sepenuhnya menyadari kekuatan misterius dari simbol-simbol yang digunakan. Terkadang kita menggunakannya sebagai kalung yang melingkari leher, jadi gelang di pergelangan tangan, atau menyimpannya di dalam kamar. Hati- hati! Simbol-simbol itu sesungguhnya bukan gambar tak bermakna. Tapi ada kekuatan jahat di baliknya.
Waspadalah, di mana pun terdapat pengaruh klenik, simbol-simbol ini pasti digunakan, khususnya yang berhubungan dengan kekuatan jahat. Kuasa kegelapan sudah pasti mengenal simbol-simbol ini dengan mudah. Jadi, bila Anda termasuk salah seorang pemilik simbol-simbol ini dan menggunakannya, kemungkinan besar akan mudah dipengaruhi oleh setan. Inilah beberapa simbol setan:
Ankh
Sepintas lalu simbol ini mirip dengan salib dalam ajaran kaum Nasrani. Tapi tidak. Gambar ini sama sekali tak ada hubungannya dengan salib. Ankh merupakan salah satu simbol kekuatan terdahsyat dari dunia mistik hitam. Bila ditelusuri sejarahnya, Ankh berasal dari mistik Mesir kuno. Pada masa itu Ankh dipergunakan dalam upacara pemujaan RA, dewa matahari Mesir kuno yang diyakini sebagai wujud lain dari setan. Ra juga dianggap sebagai pencipta alam semesta dan disembah oleh orang-orang Mesir kuno. Lingkaran di atas kepala adalah gambaran matahari.
Ankh merupakan simbol reinkarnasi. Namun konsepnya berbeda dengan pengertian ajaran Budha dan Hindu. Dalam ajaran Mesir kuno, Ankh bermakna sebagai keabadian hidup. Syarat utama untuk menggunakan simbol ini, orang-orang Mesir kuno diwajibkan mempersembahkan kesucian para gadis perawan dalam sebuah pesta ritual yang menyeramkan.
Pentagram
Simbol ini sering digunakan oleh para tukang sihir perempuan dalam melakukan prakteknya. Pentagram berhubungan dengan Lucifer dan tukang sihir perempuan percaya bahwa Lucifer berarti “putra sang pagi”. Ada beberapa kebenaran dalam gambaran tentang setan yang dilukiskan sebagai seorang ‘malaikat penerang’ dan merupakan salah satu makhluk terindah yang pernah diciptakan. Karena itu, rasa bangga dan kesombongan telah menguasai diri Lucifer. Karena sifat juga yang membuatnya terpuruk dalam kesesatan.
Jika pentagram ini diputar secara terbalik, bentuknya jadi semacam bintang yang “bertanduk”. Atau bila diamati secara seksama. simbol bintang ini dalam perputarannya seakan-akan membentuk wajah setan. Dan sampai saat ini Pentagram dijadikan sebuah simbol yang dipergunakan seluruh gereja setan di dunia.
Hexagram
Disebut Hexagram karena berbentuk bintang segi enam. Hexagram sering dipergunakan dalam upacara ritual mistik dalam dunia gaib hitam. Simbol ini harus tersedia ketika memanggil setan secara berulang-ulang selama ritual berlangsung. Kata ‘Hex’ berasal dari lambang ini.
Terdapat sebuah catatan penting yang menyangkut Hexagram yang pernah digunakan pesulap terkenal Cellini. Dulu, ia dan muridnya, Cenci, mencoba menantang setan-setan dari dalam sebuah lingkaran yang telah dilukiskan di atas tanah di Coliseum (stadion besar), kota Romawi.
Kebanyakan para setan memang akan muncul bila diundang, tapi justru kehadiran itu merusak ritual. Tapi Cellini yakin, selama ia dan muridnya berada dalam lingkaran akan aman dari serangan setan. Pada saat itu Cenci mengaku telah melihat lima sosok setan besar berusaha sekuat tenaga untuk menembus lingkaran Hexagram.
Dalam spiritual Cina, I Ching, Hexagam juga dipergunakan dengan kombinasi garis lurus dan garis putus yang berhubungan dengan energi “Yin” dan “Yang”. Hexagram, pada dasarnya sama sekali tidak menunjukkan pengertian yang bisa bikin bulu kuduk berdiri.
Tanduk Unicorn
Jika uang merupakan sebuah problema, simbol ini diyakini bisa menawarkan bebarapa solusi secara mistik. Pertama kali digunakan para pendeta Druid di Skotlandia dan Irlandia. Biasanya, tanduk Unicorn dipakai dalam upacara ritual untuk meminta bantuan keuangan kepada setan. Nama lain untuk simbol ini adalah “tanduk Italia”, “tongkat sihir peri” atau “tongkat Leprechaun”.
Dalam mitologi Indian, simbol tanduk sering disebut-sebut. Kelihatannya seperti lambang kemaluan lelaki. Bila diamati secara seksama, pada beberapa pakaian, simbol seperti ini tampak melingkari leher si pemakai. Sementara di daratan Eropa, simbol unicorn dianggap berhubungan dengan persoalan seksualitas dan merupakan sebuah simbol kekuatan seks. Legenda Unicorn terdapat dalam kisah-kisah kaum Nasrani, Islam, Cina, dan Indian.
Scarab
Kata Scarab berasal dari bahasa latin; Scarabaeus Sacer. Ia termasuk salah satu hewan anggota dari keluarga kumbang. Orang-orang Mesir kuno meyakini tipe kumbang jenis ini sebagai sesuatu yang keramat, disucikan dan dijadikan simbol, tanda, atau jimat.
Scarab digunakan dalam upacara ritual untuk memohon hal-hal yang menyesatkan dan kotor. Sedangkan nama lain yang lebih tepat untuk kumbang satu ini adalah “Dung” (maaf, tahi!). Mungkin karena hobinya yang gemar menggali lubang di dekat tumpukan kotoran. Selain untuk tempat bertelur, juga untuk tempat penyimpanan makanan.
Di daerah tropis, bukan hal aneh bila menemukan kumbang kotoran mempermainkan gumpalan kotoran sebesar apel dengan tubuhnya. Menjijikan memang, tapi itu pula sebabnya mengapa para tukang sihir wanita suka menggunakan kumbang dalam praktek-praktek sihirnya.
Mata Horus
Horus adalah sosok dewa yang berhubungan dengan matahari. Ia merupakan putra dari Isis dan Osiris. Mata Horus merupakan simbol mistik dari kekuatan gelap yang bermakna ‘Maha Tahu’ dan ‘Maha Melihat’. Biasanya ia dilukis dalam hieroglips (Tulisan Mesir kuno) di dinding-dinding Piramid.Osiris adalah sang raja sekaligus hakim kematian. Ia suami dan juga abang dari Isis. Ia juga merupakan sosok dewa senior tertinggi dalam kepercayaan Mesir kuno.
Biasanya, Osiris sering digambarkan sebagai figur laki-laki dengan janggut menghiasi dagu dan dibungkus seperti mumi. Di atas kepalanya bertengger sebuah mahkota yang dikenal dengan nama ‘Mahkota Atef’. Biarpun ia pernah mati dalam peperangan, tapi toh ia bisa dihidupkan kembali oleh putranya, Horus. Isis adalah dewi kesuburan dan ibu dari Horus. Selain di Mesir, ia dikenal juga sebagai salah satu dewa dalam legenda-legenda Yunani dan kekaisaran Romawi.
Bulan Sabit
Melengkapi pembahasan Mata Horus, bulan sabit digunakan sebagai simbolisasi dari Isis. Identitas lainnya adalah Diana, sang Ratu Surga. Kitab-kitab kuno mengkisahkan riwayat keturunannya berasal dari cucu Nuh bernama Cush. Ia menikahi seorang perempuan jahat bernama Semiramis yang kelak menjadi ratu Babylonia.
Di dalam dunia mistik sesat, ada beberapa bentuk dari perempuan jahat ini, di antaranya: Venus, Ashtoreth, Diana, Isis. Simbol setan sering dikaitkan dengan persoalan hubungan seks yang tak lazim. Di bawah sinar bintang dan rembulan, upacara ritual ini melibatkan para pengikutnya menikmati seks satu sama lain atas nama setan.
Berhati-hatilah terhadap simbol-simbol ini dan praktek-praktek kesesatan yang mungkin tanpa Anda sadari ada di lingkungan sekitar Anda. Biasanya kelompok aliran sesat selalu menjalankan aktifitasnya dengan cara terselubung dan bersembunyi di balik topeng-topeng ilusi yang membiuskan.
Part 2
Satanic telah menyusup kedalam berbagai aspek yang berkenaan dengan kehidupan manusia di dunia ini.Sebenarnya banyak hal yang telah dijadikan sebagai ajang konspirasi para penganut satanic,baik yang secara terang-terangan maupun yang tersembunyi.Berikut ini adalah contoh-contoh nyata yang telah ada
GEREJA SETAN
Asal mula GS didirikan oleh Anton Szandor La Vey tanggal 30 April 1966, dan GS ini secara terang-terangan diorganisasikan di San Francisco. Sebagai buku panduan umatnya, La Vey menulis sebuah kitab The Satanic Bible tahun 1969.
Meskipun keberadaan para penyembah Setan telah diketahui selama bertahun-tahun, tak seorang pun muncul dan mengakui secara terbuka bahwa mereka adalah penganut Setanisme. Setanisme pertama kali menjadi gerakan yang terbuka dan teratur di tahun 1960-an di Amerika Serikat. Tanggal 30 April 1966, Gereja Setan dibentuk di California. Pendiri gereja aneh ini adalah seorang penganut Setanisme yang bernama Anton Szandor LaVey yang menyatakan dirinya sebagai pendeta tinggi. Dikenal sebagai Paus Hitam, LaVey menulis buku-buku tempat dia merumuskan pandangan-pandangannya mengenai Gereja Setan. Judul buku-buku itu menakutkan: “Kitab Suci Setan, Upacara Setanis, Penyihir Setanis, Buku Catatan Setan dan Setan Berbicara”. LaVey meninggal di tahun 1997. Diperkirakan bahwa Gereja Setan memiliki sekitar 10 ribu anggota di Amerika Utara, dan meskipun banyak menerima tuntutan hukum, kegiatan dan upacaranya terus berjalan.
Sebuah patung Setan, raja iblis telah dibuat dan saat ini berada di Katedral Notre Dame (Paris) berwujud seperti wajah manusia-binatang bertanduk 2 buah dengan posisi bertopang dagu dan di punggungnya terdapat 2 sayap, patung ini terbuat dari batu dan dinamakan patung setan (patung itu pernah dimasukan dalam adegan film Si Bongkok dari Notre Dame).
Organisasi ini menyebut dirinya organisasi pertama di muka bumi dan di sepanjang sejarah yang secara terbuka menyatakan mengabdi kepada penerimaan terhadap fitrah sejati manusia yaitu binatang jasmaniah yang hidup di dalam kosmos yang diresapi dan dimotivasi oleh kekuatan gelap yang kami sebut Setan.
Yang pertama Gereja Setan, Gereja Setan Amerika, kini nama resmi mereka adalah Gereja Setan, nama lain adalah pendusta. Pada tanggal 29 Oktober 1997, Anton La Vey mati. Kemudian GS diwariskan kepada Blanche Barton (pendeta wanita tertinggi) yang juga adalah istrinya dan ibu anak yang ketiga yang bernama Satan Xerces Carnacki La Vey Blanche juga menjabat kepala adiministrasi GS selama 14 tahun terakhir. Semasa hidupnya, Anton La Vey mengangkat banyak anggota Kependetaan Mendes sebagai Pengacara Iblis. Dan kependetaan ini bersama Ordo Trapezoid Dewan Nan Sembilan kini bekerja sama dengan Pendeta Wanita Tinggi Barton untuk memajukan filosofi ikonoklastik yang diracik oleh La Vey.
LAMBANG
Lambang Para pengikut GS umumnya menggunakan lambang 666, pentagram, bintang bersudut 5 terbalik yang bergambar kepala kambing bertanduk dua. Sudut bintang yang menggambarkan tanduk itu bermakna Lucifer, sama tinggi dengan Allah. Tiga sudut di bawah menggambarkan tritunggal iblis, yang di tengah Lucifer, di kiri antiKristus, yang di kanan nabi-nabi palsu.
Dan iblis yang menyesatkan mereka dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi itu dan mereka di siksa siang malam sampai selama-lamanya. Tritunggal iblis ini lawan Tritunggal Kristiani (Bapa, Anak, dan Roh Kudus ).
Kepala kambing merupakan salah satu ciri khas utama penyembah Setan, unsur penyembahan yang menuju kepada pengorbanan kepada Satan Lucifer biasanya menyembelih kambing (umumnya jantan)dan menggunakan darahnya untuk upacara ritual
PENGGUNAAN BARCODE
Barcode atau Kode garis-garis batangan bukan barang baru bagi kebanyakan orang. Hampir di seluruh produk buatan pabrik, bahkan kini di banyak produk rumahan, semuanya mencantumkan kode batangan ini. Kode yang terdiri dari garis-garis dengan ketebalan yang bervariasi oleh banyak kalangan dianggap sebagai sesuatu yang mempermudah pengidentifikasian suatu barang. Barcode ini lahir di Amerika Serikat pada awal tahun 1970-an.
Perkembangan demi perkembangan global ini, membuat kalangan yang sejak awal mencurigai ada misi tersembunyi di balik penggunaan Barcode, semakin yakin dengan kecurigaannya. Mereka kebanyakan berlatar belakang sebagai Simbolog, Penulis, Peneliti, dan Pengkaji Alkitab.
Salah satunya adalah Mary Stewart Relfe, PhD. Perempuan pengusaha sukses dari Montgomerry, AS, yang juga berprofesi sebagai seorang pilot sekaligus instruktur peralatan Multi Engine Instrument Flight, telah menulis dua buah buku best-seller yang menyoroti konspirasi ini. Salah satunya berjudul “666 The New Money System” (1982).
Dalam bukunya tersebut, Mary Stewart yang juga seorang pengkaji Alkitab, sejak kecil sangat yakin bahwa penggunaan Barcode terkait erat dengan rencana-rencana tersembunyi dari konspirasi untuk menguasai dunia.
Tiga Tahapan
Menurut Stewart, upaya Konspirasi untuk menguasai dunia dalam hal pengidentifikasian dan pengendalian dunia terbagi dalam tiga tahapan: tahap pertama dimulai tahun 1970 yang dijadikan titik awal bagi langkah-langkah ini.
Tahap kedua dimulai tahun 1973. Penggunaan Barcode yang awalnya diterapkan pada barang manufaktur, kini mulai diterapkan pada manusia, antara lain lewat nomor kodifikasi Angka Kesejahteraan Sosial (The Social Security Number) yang digabungkan dengan sistem pemberian angka secara universal. Penggabungan dua kodifikasi angka ini menjadi kode-kode batangan (Barcode) yang mirip dengan Barcode pada produk manufaktur yang telah diterapkan tiga tahun sebelumnya.
Awalnya diterapkan pada kartu-kartu pintar seperti Credit Card, Debit Card, ID Card, dan sebagainya. Namun pada perkembangannya juga mulai diterapkan pada manusia. Target utama tahap kedua ini adalah pemerintahan, perbankan, dan perusahaan-perusahaan pembuat kartu-kartu pintar (Smart Card).
Tahap ketiga meliputi usaha untuk mengidentifikasikan setiap macam yang ada di dunia ini, baik yang bergerak maupun yang tidak. Semua pengidentifikasian ini berguna untuk mengetahui sisi lemah suatu kelompok, wilayah, bahkan suatu bangsa, yang nantinya bisa dijadikan senjata bagi Konspirasi.
Angka Iblis
Para pengkritisi Barcode berhasil menemukan salah satu rahasia paling vital dari kode-kode batangan ini. Semua Barcode atau yang juga dikenal sebagai Universal Product Code (UPC) Barcode memiliki angka 666 dan 13.
Untuk mengetahuinya, silakan melihat Barcode yang ada di berbagai produk. Perhatikan jumlah angka yang ada di bawah garis-garis batangan. Jumlahnya selalu 13 angka. Angka 6 yang disimbolkan dalam kamus Barcode terdiri dari dua garis tipis saling berhadapan terletak di sisi paling kiri dan paling kanan Barcode, dan satunya lagi garis paling tengah. Ketiga garis yang melambangkan angka 6 ini lebih panjang dibanding garis-garis lainnya.
Jadi, seluruh UPC Barcode yang tersebar di dunia ini memiliki rangka 666. Dalam bukunya, Mary Stewart Refle mengutip salah satu ayat Alkitab: “Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya. Dan tidak seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain daripada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya. Yang penting di sini ialah hikmat: Barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya adalah: 666” (Wahyu 13: 16-18)
Stewart meringkas bahaya dari Konspirasi dalam hal Barcode: “Penerapan teknologi Barcode pertama kali dilakukan pada produk barang, disusul kemudian pada kartu, dan akan berubah menjadi sesuatu yang mengerikan dalam masyarakat yang tidak lagi menggunakan uang kontan… “
Musik dan Film Satanisme
Satanisme muncul dalam banyak hal salah satunya adalah film dan musik. Banyak film yang menceritakan dengan terbuka idiom satanisme serta kisah kuasa gelap (dark forces). Film populer seperti : Friday The 13th, The Crow, Devils Advocate, Interview With The Vampire, bahkan serial The X-Files mengandung alur cerita dimana setan, satanisme atau black magic menjadi bagian penting dari film. Konon tahun 1968, Anton Szandor La Vey pernah menjadi penasehat teknis sekaligus pemeran film Rosemarys Baby, film Omen 1976 disebut telah mempopulerkan satanisme.
berikut adalah kabar burung tentang contoh musik yang berisi satanisme , contoh :
- Lagu dari Ozzy Osbourne “Anggur baik tapi Wiski lebih cepat, bunuh dirilah satu-satunya jalan keluar”.
- Lagu dari David Bowie (majalah Rolling Stone) mengatakan Rock akan selalu menjadi musik setan.
- Lagu dari Stairway to Heaven jika di putar terbalik akan memunculkan syair pemujaan setan.
- Lagu dari Metallica dalam The Prince melantunkan Bida.dari dari bawah, Aku ingin menjual jiwaku. Setan ambil jiwaku.
- Pink Floyd menulis lagu Lucifer Sam dengan lirik : Lucifer Sam selalu duduk di sisimu..selalu dekat denganmu.
- Thn 1992, Red Hot Chilli Peppers saat penerimaan anugreah MTV Awards berucap. Pertama-tama kami ingin berterima kasih pada Setan.
- Marilyin Manson, salah satu umat GS pada majalah Spin edisi Agustus 1996. Saya berharap dikenang sebagai sosok yang mengakhiri sejarah Kekristenan, Manson tak ragu merobek Injil dan meneriakkan penghinaan terhadap Yesus Kristus.
- Band-band Black Metal yang secara terang-terangan menggunakan lirik & ritual pemujaan terhadap setan
http://www.flobamor.com/forum/bina-rohani/45015-satanic-tiga-angka-enam-666-a.html#post58677
Thursday, November 4, 2010
Benih dalam Kehidupan
Jika Anda menanam kejujuran, Anda akan menuai kepercayaan
Jika Anda menanam kebaikan, Anda akan menuai teman
Jika Anda menanam kerendahan hati, Anda akan menuai penghargaan
Jika Anda menanam ketekunan, Anda akan menuai kepuasan
Jika Anda menanam pertimbangan, Anda akan menuai cara pandang
Jika Anda menanam kerja keras, Anda akan menuai kesuksesan
Jika Anda menanam pengampunan, Anda akan menuai pemulihan hubungan
Jika Anda menanam iman di dalam Kristus, Anda akan menuai buah-buah roh
Jadi perhatikan benih apa yang Anda tanam saat ini; Apa yang Anda tanam saat ini akan menentukan apa yang akan Anda tuai nanti.
Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. ~ Galatia 6:7
Sumber : Fathershands.comhttp://www.jawaban.com/index.php/spiritual/detail/id/58/news/101025163843/limit/0/Benih-Dalam-Kehidupan.html
Sunday, September 26, 2010
Tips: Mengatasi Depresi
1. Hindari rasa sepi.
Martin Luther pernah mengatakan bahwa rasa sepi adalah racun bagi orang yang mengalami depresi, karena dengan kesepian, Setan berusaha membuat orang yang depresi berada di bawah kuasanya. "Bercakap- cakaplah kalian satu sama lain agar saya tahu bahwa saya dikelilingi oleh orang-orang" pinta Martin Luther melalui sebuah "papan bicaranya". Mungkin pada saat Martin menuliskan pikirannya tersebut, ia sedang dalam keadaan tertekan.
2. Cari orang atau situasi yang dapat menularkan kebahagiaan.
Kebahagiaan selalu membuat Tuhan senang meskipun bersenang-senang tidak menunjukkan suatu sikap religius. Menikmati film di bioskop atau permainan yang menyenangkan sama halnya dengan melakukan perjalanan di hutan.
3. Bernyanyi dan bermain musik.
Di sini Martin menekankan pentingnya keterlibatan aktif seseorang dalam bermain musik dari pada sekedar mendengarkan saja. Ketika Martin menasihati seorang aristokrat yang sedang bersedih, ia mengatakan, "Saat kau merasa sedih dan takut, katakan pada dirimu sendiri, 'Ayo bangkit, aku harus menyanyikan sebuah lagu dengan organ untuk memuliakan Allah Tuhanku'". Karena dalam Alkitab dikatakan bahwa Tuhan menyukai musik, Ia pun memainkan alat musik dengan merdu. Mainkanlah organ dan biarkan diri Anda ikut terhanyut dalam musik sampai pikiran-pikiran yang membuat anda sedih berlalu seperti yang pernah dilakukan oleh Daud. Jika setan terus saja mengganggu anda, katakan saja padanya, "Pergilah engkau Setan, aku harus bernyanyi dan memainkan musik untuk Yesus Tuhanku." Sekali lagi, Martin Luther mengungkapkan bahwa musik yang dimaksudkan di sini bukan hanya musik religius saja, tetapi musik pada umumnya. Tuhan adalah Maha Mendengar dan kita dapat membuat-Nya suka cita dengan permainan musik kita yang dapat meringankan rasa sedih yang kita alami.
4. Hilangkan pikiran-pikiran yang membebani kita.
Martin mengingatkan kita bahaya dari terlalu hanyut dalam kemurungan atau kesedihan karena hal ini akan membuat kita tidak dapat tidur semalaman atau menyerang diri kita saat kita akan mengawali hari kita di pagi hari. Ia menasihati kita untuk menertawakan atau bahkan mengejek Setan dan tidak memberi kesempatan Setan untuk menang. "Tetapi yang terbaik yang dapat kita lakukan adalah menolak berperang dengan Setan. Acuhkan saja pikiran-pikiran yang membuat kita depresi! Bersikaplah seolah-olah kita tidak merasakannya! Pikirkan hal lain dan katakan: 'Baiklah Setan, jangan ganggu aku lagi. Aku tidak punya waktu melayani pikiran-pikiranmu. Aku harus pergi, makan, minum, melakukan ini atau melakukan itu. Sekarang aku harus bersuka cita. Datang saja lain waktu.'"
5. Percayalah pada janji-janji Alkitab.
Janji-janji Alkitab mendorong kita untuk berpikir positif seperti halnya seorang perempuan yang menyadari bahwa ia membawa kotak pertolongan pertama depresi. Akan sangat menolong adalah ayat-ayat yang kita hapal karena ayat-ayat tersebut akan menolong kita pada situasi-situasi tertentu. Ayat-ayat itu seperti gada dan tongkat Tuhan yang membuat perjalanan kita di lembah kekelaman lebih nyaman seperti yang diungkapkan dalam Mazmur 23.
6. Carilah penghiburan dari orang lain.
Dalam keadaan depresi kita seringkali membuat bukit di atas rumah tikus tanah. Seorang teman, bagaimanapun juga, dapat melihat permasalahan dengan perspektif yang benar dan mengetahui sisi positif yang tidak kita lihat saat itu. Seperti mencoba bangkit dari lumpur dengan menarik rambut kita sendiri, adalah hal yang tidak mungkin mencoba bangkit dari kesedihan yang mendalam tanpa bantuan orang lain. Sebaliknya, kita juga dapat bertanya pada diri sendiri apakah kita merupakan orang yang dapat membantu orang lain sama seperti Tuhan mengirimkan bantuan kepada Elisa -- dengan sentuhan- sentuhan seperti pelukan hangat, makanan yang cukup, istirahat dalam ruang yang tenang dan nyaman. Ya, bahkan buket bunga pun dapat mengusir depresi kita.
7. Bedoa dan mengucapkan syukur.
Ini adalah senjata yang ampuh untuk mengusir depresi. Kita diingatkan kembali akan Nebukadnezar yang, ketika matanya menatap kesurga dan berdoa kepada Tuhan, dapat mengatasi rasa depresi yang sedang dialaminya. Dengan bersyukur, orang dapat membuat daftar hal- hal yang perlu ia syukuri sehingga ia dapat berdoa kepada Tuhan dengan suara keras.
8. Pikirkan orang-orang lain yang juga mengalami depresi.
Nasihat Martin ini tampak sangat mengejutkan tetapi sebenarnya masuk akal juga. Dengan memikirkan orang lain yang sedang mengalami depresi juga akan membantu orang tersebut untuk tidak egois dalam kesedihannya, dimana ia merasa tidak ada seorangpun di dunia ini yang lebih menderita daripada dia.
9. Ujilah kesabaran diri sendiri.
Kata menguji disini sangatlah penting dan dapat diartikan sebagai suatu latihan. Kadang-kadang kita memang harus dapat menerima kenyataan bahwa hidup penuh dengan lembah dan gurun yang harus kita lalui. Seperti juga ketrampilan-ketrampilan lain yang harus kita pelajari dalam hidup, kita juga harus belajar bagaimana bertahan dalam menghadapi masa-masa yang berat. Disini saya juga ingin menambahkan suatu nasihat berdasarkan pengalaman saya sendiri. Olah raga atau latihan fisik -- baik itu joging, renang, menari atau berkebun -- adalah cara-cara yang baik untuk melatih kesabaran kita. Setiap keringat (termasuk juga keringat yang dihasilkan saat mandi sauna) hasil dari aktivitas yang membuat seluruh permukaan kulit basah kuyup akan membuahkan hasil yang menakjubkan dalam usaha pemulihan diri dari depresi.
10. Percaya pada berkat dari depresi.
Kita dapat menemukan sisi positif dari depresi yang kita alami. Nasihat Luther yang terakhir ini sarat dengan pokok pikiran yang penting yang akan saya jabarkan dalam kesimpulan.
Published in e-Konsel, 15 June 2002, Volume 2002, No. 18
http://c3i.sabda.org/tip_mengatasi_depresiProses dan Langkah Praktis Untuk Memaafkan
PROSES MEMAAFKAN
Ada lima tahap penting dalam proses kita mengampuni orang lain.
- Menyadari dan menerima rasa sakit hati.
- Pahami alasannya.
- Sadarilah.
- Jangan mau jadi korban.
- Menerima kenyataan.
Adanya kemampuan menyadari dan menerima rasa sakit hati kita akibat perbuatan orang lain. Jangan menolak, menyangkal atau menganggap remeh sakit hati Anda. Sadari juga akibat-akibat yang sudah ditimbulkan rasa sakit itu.
Cobalah memahami alasan orang itu menyakiti hati Anda. Mengampuni hanya akan terjadi bila kita mengulurkan tangan kita kembali kepada pihak yang bersalah, berusaha melihat nilai-nilai baik yang ada pada orang yang melukai kita, dan belajar memahami dari perspektif orang tersebut, meski ini tidaklah mudah.
Sadarilah bahwa ada kalanya Anda tidak sanggup memikul akibat itu sendirian. Anda perlu membagikan kesusahan dan penderitaan Anda pada seseorang yang Anda percayai. Ada kalanya Anda frustasi menghadapi kenyataan itu dan kadang menjadi begitu sayang diri. Misal, muncullah pertanyaan: "mengapa saya harus mengalami hal ini?" Kita juga perlu ingat bahwa masa lalu adalah kenyataan yang tidak dapat diubah, kita harus belajar menerimanya dan bahkan menjadikannya bagian penting dari pembentukan diri kita seutuhnya. Dengan kesadaran ini akan muncul kekuatan dan kemauan untuk membangun kembali hubungan dengan orang yang sudah melukai kita. Pengampunan berarti kita membuka dan membangun kembali hubungan yang sudah rusak dan retak tadi.
Kadang juga timbul kemarahan. Kita tidak mau menjadi korban dari kesalahan orang lain.
Anda mulai menerima kenyataan Anda terluka dan harus menghadapi secara riil. Pada tahap ini Anda berusaha menjadi pribadi yang tetap bahagia meski mengalami kesusahan akibat ulah orang lain. Satu hal yang kita syukuri adalah bahwa pengalaman terluka ini akan membuat kita punya kekuatan untuk menghadapi luka yang akan terjadi di masa yang akan datang. Dalam sebuah relasi yang dekat dan kuat akan selalu ada kemungkinan untuk kita saling mengecewakan.
BEBERAPA LANGKAH PRAKTIS UNTUK MEMAAFKAN
- Mengakui kebutuhan Anda untuk disembuhkan.
- Mengakui emosi yang negatif.
- Belajar mengampuni.
Bagi banyak orang hal ini bukan masalah, tetapi jika kita terluka dan tidak mengakui, maka jelas tidak ada tempat untuk pertolongan. Mengakui kebutuhan kita merupakan suatu tanda kesehatan mental yang baik dan bukti sikap yang jujur. Seringkali kita ingin mengakui tapi kita takut untuk ditolak. Kerelaan untuk belajar dan kerendahan hatilah yang akan mengizinkan kesembuhan dimulai. Mulailah bersikap jujur dengan Allah, kemudian cari teman yang bisa mengerti keadaan Anda. Kejujuran akan mendatangkan kasih karunia Allah dalam hidup kita.
Beberapa di antara kita mengarungi kehidupan dengan mengumpulkan emosi yang negatif. Kita tidak diajarkan bagaimana mengenali atau mengkomunikasikan perasaan kita sehingga kita menimbun kemarahan, kekecewaan, ketakutan, kepahitan, dan emosi negatif lain sejak anak-anak. Kita menindih emosi negatif yang satu di atas yang lain, sama seperti menumpuk sampah. Proses penimbunan emosi ini menimbulkan akibat yang tragis.
Emosi itu sendiri bukanlah dosa. Emosi dapat menghasilkan sikap berdosa jika diarahkan dengan cara yang negatif kepada Allah, diri sendiri, dan orang lain. Untuk memutuskan lingkaran penindasan emosi mintalah Allah untuk memberi Anda kesempatan untuk mengungkapkannya kepada orang yang mengerti Anda dan memberikan dorongan untuk jujur dengan perasaan Anda.
Mengampuni bukan sekadar melupakan kesalahan yang dilakukan seseorang terhadap kita. Mengampuni berarti memaafkan orang untuk kesalahan yang telah diperbuatnya. Mengampuni berarti menunjukkan kasih dan penerimaan, meskipun disakiti. Mengampuni seringkali merupakan suatu proses dan bukan suatu tindakan 'sekali jadi'.
Pengampunan adalah membuat keputusan secara sadar untuk berhenti membenci karena kebencian itu sama sekali tidak ada gunanya. Kita terus mengampuni sampai rasa sakit itu hilang. Semakin dalam lukanya, semakin besar energi atau daya pengampunan itu diperlukan. Memaafkan bukanlah tindakan yang dilakukan kadang-kadang saja, melainkan merupakan sikap yang permanen. Sama seperti seorang dokter harus membersihkan luka di tubuh kita dan menjaga agar jangan terkena infeksi supaya dapat sembuh dengan baik. Begitu pula kita harus menjaga kebersihan luka-luka batin kita dari kepahitan supaya luka itu cepat sembuh.
Mengampuni adalah antiseptik bagi luka batin kita. Jika kita sudah menerima pengampunan secara cuma-cuma oleh kurban Kristus, Tuhan meminta kita memaafkan sesama kita yang bersalah kepada kita. Tetapi itu tidak cukup. Sang Penebus, meminta kita menjadi "agen" penebus yang mendistribusikan kasih dan pengampunan-Nya itu kepada sebanyak mungkin orang. Inilah tugas konseling. Anda dipanggil untuk melatih sesama mengampuni sesamanya.
Akhirnya, menerima maaf melegakan hati. Memaafkan diri sendiri itu sehat. Memaafkan sesama, itu ilahi. Melatih orang memaafkan itu mulia. Membantu orang menerima pengampunan Tuhan, itu memberinya hidup kekal.
http://sabda.org/c3i/node/6749Judul Buku:
Pengarang:
Penerbit:
Kota:
Friday, September 18, 2009
Membereskan Sakit Hati

Written by Hendra Kasenda Monday, 14 September 2009 06:30
Tidak selamanya gelap itu ada suatu saat akan terbit mentari yang menghapuskan kegelapan. Sakit hati, ditinggalkan, disakiti, didiskriminasi, dicampakkan, dikhianati, dll merupakan penyebab kesedihan yang dalam. Dalam beberapa kasus hal ini membuat orang mengalami stress yang berkepanjangan bahkan menjadi penghuni rumah sakit jiwa. Untuk menghindari hal demikian diperlukan tindakan membereskan sakit hati sehingga membawa kehidupan masa depan yang penuh harapan.
1. Akui Anda sakit hati
Tindakan mengakui keadaan bahwa anda sakit hati adalah sikap tepat. JIka anda tidak mengakuinya maka tidak akan ada kesembuhan. Tapi jika anda mengakuinya maka akan mudah menemukan jalan keluarnya.
2. Minta Tuhan ampuni
Setelah anda jujur mengakui bahwa anda sakit hati, diperlukan Tuhan untuk menangani kondisi anda. Minta ampunlah pada Tuhan untuk semua dosa anda dimasa lalu dengan pasangan anda, akuilah itu dan minta disucikan dengan darah Yesus, lalu usirlah semua roh jahat penyebab dosa dan minta Tuhan membereskan sakit hati anda.
3. Memberkati orang yang menyakiti
Ini tindakan yang Yesus ajarkan untuk memberkati orang yang menyakiti. Hal ini berat namun mau tidak mau harus dilakukan supaya anda pulih. Berkat yang anda mintakan untuk orang itu akan juga menimpa anda.
4. Kuburkanlah masa lalu
Akan muncul perasaan-perasaan kehilangan, perasaan-perasaan cinta, memori-memori masa lalu yang indah, namun itu akan terus membuat anda sakit hati. Kuburkanlah itu, dan ketika dia muncul dibenak anda, segeralah diusir dalam nama Yesus, karena itu adalah godaan untuk menjerat anda agar kembali sakit hati. Anda harus melawan semua godaan kembali ke Mesir dan nikmati kehidupan baru yang Tuhan sudah siapkan
5. Menangislah keras-keras
Dalam proses mengakui sakit hati, meminta pengampunan, memberkati dan menguburkan masa lalu pasti anda akan sedih. Tidak mengapa kok menangislah keras-keras. Bahkan mungkin anda akan menangis selama seminggu penuh, tidak masalah. Lakukanlah. Tapi setelah itu bangkit kembali. Lihatlah masa depan yang luas yang masih harus anda jalani. Lihat lah sekeliling anda masih ada peluang baru, orang baru, kesempatan baru yang terbuka yang menanti anda untuk terlibat di dalamnya.
6. Melangkah keluar dari masa lalu
Jika memungkinkan kunjungilah tempat-tempat indah anda dan katakanlah dalam nama Yesus aku menguburkan masa laluku dengan dia disini. Ini mungkin harus dengan tertatih tatih anda lakukan bahkan dengan airmata, tapi tidak masalah ini akan menyembuhkan anda dengan segera. Ambillah batu dan buanglah ke air atau ambillah pasir dan benamkan batu itu sebagai lambang anda menguburkan masa lalu anda. Setelah itu tinggalkanlah tempat itu, beralihlah ke tempat lain. Lakukan hal yang sama, kuburkan masa lalu. Lalu kembali lah pulang dan minta air ROH KUDUS membasuh anda, membersihkan anda dan memulihkan anda.
7. Minta Tuhan pulihkan
Tuhan adalah Allah setia, Dia akan sanggup untuk memulihkan anda. Pemulihan akan segera terjadi ketika anda datang kepadaNYA, Dia akan memberikan anda kelegaan karena untuk itulah Dia datang ke dalam dunia yakni melayani mereka yang sakit hati untuk memberikan kepada mereka baju pesta ganti kain kabung.
8. Memulai hidup baru
Mulailah jalani hidup baru, kebiasaan baru, bertemanlah dengan orang-orang baru, jalanilah kehidupan baru. Aktiflah dalam kegiatan social kemasyarakatan, berjalan lah bersama sobat terdekat, berolahragalah, ikutlah ibadad di gereja, hadirilah komsel, buat hobi baru, mulai menulis, bekerjalah dengan semangat baru, peliharalah rasa optimis dan andalkan Tuhan selalu. Kini anda adalah manusia baru. Tidak lah perlu menangisi masa lalu lagi melainkan tersenyumlah akan perubahan yang sudah terjadi. Karena setiap perubahan pasti membawa angin segar bagi anda, yakni angin kesuksesan dan kebahagiaan yang lebih besar lagi dibanding masa lalu. Selamat menjalaninya. *
http://www.terangdunia.com/article/motivation/796-membereskan-sakit-hati.html
Wednesday, June 17, 2009
Domba Di Tengah Serigala
Matius 10:16
Nats Alkitab yang baru kita baca ini oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) ditaruh pada bagian perikop yang baru namun lembaga Alkitab lain, yaitu New International Version (NIV), menaruh nats ini pada perikop sebelumnya. Hal ini menunjukkan kalau nats ini merupakan ayat jembatan sehingga bisa diletakkan di perikop baru atau perikop sebelumnya. Kita telah memahami kalau Tuhan Yesus memilih sendiri para murid dan memberikan jabatan rasul pada mereka maka hal itu janganlah menjadikan kita sombong karena merasa diri eksklusif. Ingat, kalau kita dipilih menjadi murid Tuhan maka itu merupakan suatu anugerah, sebab sesungguhnya kita tidaklah layak, memang siapakah kita manusia berdosa yang bodoh ini sehingga Tuhan berkenan memakai kita untuk turut ambil bagian dalam kerajaan-Nya? Biarlah dengan rendah hati kita tetap melayani Dia. Seorang yang mempunyai kedudukan tinggi sebagai rasul bukan berarti boleh bersantai ria dan tidak bekerja. Tidak! Tuhan Yesus langsung mengutus mereka untuk pergi karena kita telah memperolehnya dengan cuma-cuma maka kita pun harus memberi. Perhatikan, dalam hal ini cara Tuhan Yesus berbeda dengan dunia.
Dalam pengutusan itu, Tuhan tidak mengijinkan para murid membawa emas atau perak atau tembaga bahkan bekal, baju ataupun tongkat. Jabatan rasul justru tidak menjadikan mereka istimewa. Tuhan Yesus ingin mendidik mereka untuk selalu bersandar pada-Nya. Sangatlah disayangkan, hari ini banyak orang Kristen yang tidak mau dididik, orang menganggap didikan Tuhan yang keras itu justru sebagai hukuman. Banyak orang Kristen tidak mau hidupnya dilatih dengan keras oleh Tuhan maka tidaklah heran kalau pelayanan menjadi tempat bagi orang untuk memenuhi keegoisan dirinya; orang hanya mau melayani kalau ada jabatan atau kalau ada keuntungan saja. Salah! Didikan Tuhan itu justru karena Tuhan sayang, bagaimana mungkin buah zaitun dapat menghasilkan minyak kalau tidak diperas? Begitu pula dengan emas haruslah dipanaskan terlebih dahulu barulah nampak kemurniannya. Konsep ini telah disadari oleh Socrates sejak ribuan tahun lalu, hidup yang tidak teruji tidak layak untuk dihidupi. Tuhan ingin setiap kita memahami hal ini dengan demikian kita siap dipakai oleh Tuhan menjadi murid-Nya karena posisi seorang murid disini sangatlah sulit, yaitu seperti domba di tengah-tengah serigala.
1. Domba atau Serigala
Tuhan ingin kita tetap menjadi seekor domba meski ada di tengah-tengah serigala. Pertanyaannya adalah kita termasuk serigala atau domba? Biarlah hal ini menjadi evaluasi bagi diri kita, kita harus memilih salah satu diantaranya, tidak ada pilihan ketiga. Serigala dan domba ini mempunyai karakter yang berlawanan. Sifat manusia berdosa di tengah dunia ini layaknya seperti serigala yang licik dan Tuhan memilih kita seorang manusia berdosa diantara manusia berdosa lainnya untuk dipakai menjadi anak-Nya. Memang, dulu kita adalah manusia berdosa, kita adalah serigala tetapi ketika Tuhan pilih kita menjadi anak-Nya maka kita bukan direparasi tetapi kita dicipta baru, yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang (2Kor. 5:17). Serigala bukan domba dan domba bukan serigala maka tidaklah mungkin serigala berlaku seperti domba atau sebaliknya. Namun realita menunjukkan dunia ini sudah seperti serigala; pada hakekatnya manusia adalah serigala terhadap sesamanya. Maka tidaklah heran kalau konsep utilitarianisme berkembang pesat saat ini karena ajarannya mempunyai kesamaan sifat dengan manusia berdosa, yaitu semangat serigala, wolf spirit.
Konsep utilitarianisme ini pertama kali dipaparkan oleh Jeremy Bentham namun mendapat tentangan dari banyak pihak sehingga konsep ini tidak sempat berkembang. Teori ini dimunculkan kembali oleh James Mill; ia mendidik anaknya sedemikian rupa untuk menjadi seorang utilitarian sejati maka tidaklah heran kalau anaknya, John Stuart Mill menjadi tokoh utilitarian yang kita kenal sekarang. Utilitarianisme mengajarkan bahwa hidup di dunia, orang dihadapkan pada dua pilihan, yaitu memanfaatkan atau tidak membawa keuntungan bagi dirinya maka ia akan dibuang, seperti pepatah yang berbunyi: habis manis sepah dibuang. Inilah wajah dunia kita yang berdosa dan gejala seperti ini diangkat oleh seorang sosiolog menjadi sebuah issue, yaitu manusia itu serigala bagi sesamanya, homo homini lupus. Manusia dikatakan sebagai serigala karena sifat serigala itu sangatlah licik, yakni tidak berani menghadapi lawan dari depan. Tuhan Yesus tahu akan keadaan dunia yang demikian ini maka konsep homo homini lupus ini bukanlah hal yang baru lagi. Tuhan Yesus menegaskan orang Kristen tidak boleh menjadi serigala tapi anak Tuhan harus menjadi domba di tengah-tengah serigala. Hati-hati janganlah kita cepat mengadopsi pemikiran para filsuf dunia dan langsung menerapkannya di dalam seluruh aspek hidup kita tanpa kita melihat kehidupan pribadi dari sang tokoh karena pada umumnya, teori etika yang dipaparkan para filsuf ini sangatlah indah tetapi kehidupan si pencetus teori tersebut tidaklah seindah teorinya. Inilah manusia berdosa.
Sebagai orang Kristen, kita harus berbeda dengan dunia. Orang yang mengaku diri Kristen tetapi mempunyai karakter sama dengan dunia maka dia bukanlah orang Kristen. Orang Kristen sejati seharusnya ada perubahan konsep dalam dirinya kalau perubahan tingkah laku memang tidak dapat langsung berubah. Masih banyak orang Kristen yang jatuh dalam dosa tapi ada perbedaan yang mendasar antara orang Kristen sejati dan orang yang mengaku “Kristen“ ketika mereka sama-sama jatuh dalam dosa. Orang Kristen sejati pasti tidak mau sama dengan dunia maka ketika ia jatuh, ia akan mempunyai jiwa untuk mau bangkit dan bangkit, ia akan terus berjuang untuk menjadi seekor domba, untuk tidak menjadi serupa dengan dunia, ada perubahan hidup yang terus terjadi dalam hidupnya dengan demikian ia dipakai menjadi alat Tuhan. Berbeda halnya dengan orang yang mengaku diri “Kristen“ maka ia akan berkompromi dengan dosa. Tuhan tidak menuntut kita untuk langsung berubah ketika menjadi anak-Nya, tidak, perubahan tingkah laku itu tidak dapat terjadi secara langsung tetapi perubahan itu terjadi secara step by step, ada proses di dalamnya.
2. Kuasa Pemeliharaan Allah
Kalau menurut teori dunia, kalau seekor domba ditaruh ditengah-tengah serigala maka kemungkinan besar domba itu mati. Namun, ingat, konsep dunia berbeda dengan konsep Tuhan; seekor domba tidak akan mati meski ia ada di tengah-tengah serigala karena ternyata domba ini tidaklah sendirian, ada gembala yang selalu siap melindungi dan menjaga dia dimana gembala ini tidak kelihatan secara kasat mata. Pertanyaannya adalah sadarkah si domba ini kalau sang gembala selalu ada di dekatnya meski ia tidak kelihatan? Sebagai orang Kristen sejati, janganlah kita mau ditipu oleh segala macam ajaran dan mujizat yang mengajarkan bahwa anak Tuhan itu layaknya “superman“ yang dapat mengalahkan berbagai-bagai tantangan yang ada di dunia. Celakanya, ada orang yang berani menyatakan bahwa orang Kristen tidak akan mengalami celaka apalagi mengalami sakit penyakit karena orang Kristen mempunyai kekuatan dan kuasa yang berlebih. Konsep demikian inilah yang membuat orang Kristen justru tidak menjadi kuat dan mudah jatuh.
Tuhan tidak pernah menjanjikan orang Kristen hidupnya akan selalu nikmat dan tidak berkekurangan, tidak, Tuhan juga tidak janji bahwa orang Kristen tidak akan pernah mengalami kesusahan, tidak! Ironisnya, ketika orang mengalami kesulitan kita justru menyalahkan Tuhan dan menganggap Tuhan yang jahat. Tuhan justru menaruh kita di tengah-tengah dunia berdosa yang penuh dengan bahaya ini seperti domba di tengah-tengah serigala namun percayalah, Tuhan Yesus Sang Gembala yang Agung itu tidak akan membiarkan kita mati dicengkeram oleh serigala sebab Tuhan tahu sampai dimana batasan kekuatan kita. Seperti halnya Ayub, Tuhan tahu sampai dimana batas kekuatannya, Tuhan mengijinkan iblis menguji imannya namun Tuhan tidak mengijinkan iblis untuk menjatuhkan imannya apalagi mengambil nyawanya karena nyawa manusia adalah milik kepunyaan Tuhan. Maka jelaslah, hidup kita akan kuat karena berada di bawah kuasa pemeliharaan Tuhan tetapi dipihak lain, kita menyadari bahwa sesungguhnya hidup kita sangatlah lemah maka ini menjadi suatu paradoks namun justru di dalam kelemahanlah kita menjadi kuat. Konsep ini sukar dimengerti oleh dunia. Tuhan Yesus melarang para murid – tidak membawa uang seperser pun bahkan bekal karena Tuhan Yesus hendak mengajarkan pada mereka bahwa sesungguhnya manusia bukanlah siapa-siapa, hidup manusia sangat lemah dan bergantung mutlak pada Tuhan. Karena itu, janganlah menyandarkan diri pada hal-hal materi yang sifatnya duniawi tetapi hendaklah kita bersandar pada Tuhan Sang Pemilik dan yang menciptakan dunia ini.
3. Pandangan dan Ketertarikan
Ketika kita berada di dalam kelemahan, Tuhan mengajarkan pada kita untuk mengarahkan pandangan kita pada Tuhan Yesus Sang Gembala Agung, janganlah kita memandang pada serigala karena arah pandangan itu justru akan membuat kita terjatuh. Hati-hati, dunia ini semakin hari tidak menjadi semakin baik justru semakin rusak, banyak serigala yang siap menerkam sehingga kalau kita tidak hati-hati kita akan terjatuh karena itu, ketika kita berjalan janganlah menengok ke arah serigala supaya kita tidak terjatuh. Janganlah kita terjerat dalam berbagai macam ajaran iblis yang menyesatkan yang mengatakan bahwa dunia ini khususnya Indonesia akan menjadi makmur dan jaya. Tidak! Firman Tuhan menegaskan bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar; manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang (2Tim. 3:1-7). Manusia melihat suatu realita bahwa dunia ini semakin hancur, kita tahu realita kalau ada serigala di hadapan kita namun kita tidak binasa karena kita tahu tangan Tuhan selalu melindungi kita sehingga kita tidak menjadi hancur. Tuhan mengutus untuk kita pergi dan menjadi saksi bagi-Nya hingga ke seluruh dunia dan Tuhan janji, Ia akan beserta senantiasa sampai kepada akhir jaman (Mat. 28:19-20). Hendaklah kita terus menyadari bahwa kita tidak lebih hanyalah seekor domba yang lemah yang diutus di tengah-tengah serigala namun di dalam kelemahan itu, kita mempunyai Tuhan Sang Gembala Agung yang tidak pernah membiarkan kita sendiri. Kita mungkin ada dalam lembah kekelaman, kita berada dalam bayang-bayang maut, kita akan menghadapi bahaya namun gada Tuhan dan tongkat Tuhan itu akan menjadi kekuatan dan penghiburan bagi kita.
4. Cerdik dan Tulus
Memang, orang Kristen tidak lebih hanyalah seekor domba lemah tapi lemah bukan berarti bodoh sehingga mudah dipermainkan. Tidak! Tuhan ingin kita mempunyai pemikiran yang cerdik seperti ular dan perilaku yang tulus seperti merpati. Menurut teks aslinya, istilah “cerdik seperti ular“ disini tidak berkonotasi negatif tetapi ular merupakan gambaran dari seseorang yang mempunyai ketajaman cara pikir sehingga segala keputusan dan tindakan yang diambil tepat. Cerdik dari bahasa aslinya, prominos yang berarti orang yang mempunyai pengertian total dan mempunyai data lengkap dimana semua aspek kemungkinan yang terjadi telah diperhitungkan lalu dapat mengambil keputusan yang jitu pada saat yang dibutuhkan tersebut. Sebagai seorang Kristen sejati janganlah kita mudah dipengaruhi oleh berbagai macam arus dunia tetapi hendaklah kita dapat melihat gejala dunia dengan tajam dengan demikian kita tidak terhempas dan akhirnya tenggelam. Seperti halnya seorang yang terjebak dalam pusaran air maka satu-satunya cara supaya ia dapat selamat adalah harus ada orang lain yang berada di luar pusaran air yang menyelamatkannya sebab dia dapat melihat dimana pusat pusaran dengan demikian ia tahu harus bertindak apa dan dirinya pun tidak ikut masuk dalam pusaran.
Bukanlah hal yang mudah dan sederhana bagi seseorang untuk dapat mengambil keputusan secara tepat dan hal ini tidak dapat terjadi secara instan tapi ada proses belajar dan pergumulan terlebih dahulu barulah dapat diambil suatu keputusan tepat. Janganlah kita mau segala sesuatu dengan cara instan dan menggampang-kan segala sesuatu. Seahli-ahlinya kita berenang kalau kita berada dalam pusaran air dan kita tidak pernah belajar bagaimana mengatasinya maka kita pasti akan terseret arus dan akhirnya mati. Kita tahu permainan dunia maka jangan sekali-kali kita mencoba masuk di dalamnya kalau tidak mau terseret dalam pusaran dunia. Cerdik beda dengan licik. Orang yang licik memakai kecerdikan untuk sifat negatif karena itu, Tuhan menegaskan kita harus cerdik dan tulus, artinya mempunyai motivasi bersih ketika melakukan segala sesuatu. Inilah sifat kebenaran sejati, yaitu tujuan, motivasi dan hasil akhir mengarah pada satu titik dan tidak meleset dari tujuan semula. Sebaliknya dosa (dari kata hamartia) berarti melakukan sesuatu tetapi tujuan selalu meleset dari tujuan semula. Dunia sangatlah licik, katanya tujuan memberi namun sesungguhnya adalah memancing untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar, motivasi yang tidak tulus ini dapat kita lihat pada sikapnya ketika kita tidak membalas kebaikannya pasti ia akan marah. Tuhan ingin ketika kita mengerjakan sesuatu dengan hati yang murni dan tulus. Ingat, Tuhan tahu isi hati kita dan suatu saat nanti Tuhan akan menghukum kita. Sebagai anak Tuhan sejati, kita harus mempunyai hati yang tulus maka Tuhan akan berkenan dan kita dapat menjadi berkat bagi dunia. Amin. ?
Menembus Penghalang Untuk Melangkah Dalam Kepastian
Oleh: Pdt. Gilbert Lumoindong
I. PENDAHULUAN
Seringkali langkah-langkah kita terhambat karena ketidakmampuan kita menembus penghalang-penghalang yang harus dihadapi. Penghalang-penghalang pasti ada dalam jalan hidup ini, namun meskipun banyak penghalang dan tantangan serta rintangan, kita harus melangkah dengan pasti. Karena kepastian kita bukanlah berbicara mengenai suatu keadaan yang begitu banyak penghalang, tetapi kepastian kita berbicara tentang sikap hati kita dalam menghadapi penghalang-penghalang tersebut agar kita dapat meraih kemenangan.
Alkitab mencatat, perjalanan hidup Yesus penuh dengan tantangan dan hambatan. Jika Yesus sendiri yang adalah Tuhan dan Raja di atas segala raja dan yang Kudus adanya, juga menghadapi tantangan, apa lagi kita sebagai umat-Nya. Jadi persoalannya, bukan seberapa besar tantangan yang dihadapi, tetapi bagaimana cara kita menyelesaikannya.
Tuhan mempunyai rencana yang indah dan dahsyat dalam kehidupan kita, namun langkah-langkah kita terhambat karena ketidak-mampuan kita menembus penghalang-penghalang yang harus kita hadapi. Penghalang pasti kita hadapi, ini disebut “Aksioma” yaitu sebuah hukum yang tidak pernah bisa dipungkiri di dalam perjalanan hidup ini.
II. HALANGAN I -> KRITIKAN (ayat 1-2)
Kritikan bukan saat untuk kecewa, mundur dan putus asa
Ada banyak hal yang bisa menjadi alasan untuk orang mengkritik kita, namun kritikan tidak boleh menghambat jalan kita. Karena itu kritikan bukanlah jadi alasan untuk kecewa, mundur, putus asa, lalu menyerah. Tetapi :
1.Kritikan harus membuat kita introspeksi.Jadi kita harus melihat setiap kritikan secara positif dan menerimanya dalam konteks yang sehat, artinya kalau memang ada yang harus kita rubah dan perbaiki maka kita harus lakukan, kalau memang tidak ada yang perlu dirubah kita kuatkan hati kita dan belajar untuk menerima orang lain apa adanya.
2.Kritikan harus memantapkan visi kita.Yesus pergi bukan untuk melarikan diri, tapi karena ada rencana Tuhan yang hebat dalam hidup-Nya. Jadi justru masalah, tekanan, kritikan itu harus memantapkan visi kita kepada Tuhan.
3.Kritikan harus menjaga kita agar tetap mengandalkan Tuhan.Jadi kritikan itu harus menyadarkan kita bahwa kita tidak sempurna dan tidak dapat berdiri sendiri dan sangat membutuhkan pertolongan Tuhan.
II. HALANGAN II -> KELELAHAN (ayat 4-6)
Semua orang pasti bisa dan sering mengalami kelelahan. Dan kelelahan ini seringkali membuat orang cepat emosi, menjadi malas dan bersifat kekanak-kanakan yang harus selalu dimengerti oleh orang lain. Namun kelelahan bukan saat untuk berhenti berkarya, yang kita butuhkan adalah istirahat yang sejati.
1. Kesadaran akan kehadiran Allah.
Seletih apapun, kalau kita tahu bahwa Tuhan hadir, maka itu akan memberikan kekuatan yang baru buat kita.
2.Kesadaran tentang janji-janji Allah.
Begitu banyak janji-janji Allah yang tertulis di dalam Alkitab. Kalau kita menyadarinya dan mengimaninya, maka walaupun kita lelah, janji-janji itu akan membuat kita segar kembali.
3.Kesadaran akan penyertaan & tuntunan Allah.
Kalau kita sadar akan penyertaan dan tuntunan Allah dan kita hidup di dalamnya, maka kita tidak akan merasa lelah karena Tuhan akan menopang dan memberi kekuatan yang baru setiap saat.
III. HALANGAN III -> PERBEDAAN (ayat 7,9)
Di dalam ayat bacaan ini diceritakan mengenai perbincangan Yesus dengan perempuan Samaria. Yesus adalah orang Yahudi, dan pada zaman tersebut, orang-orang Yahudi selalu memandang rendah orang Samaria. Ini berarti ada perbedaan antar orang Yahudi dan orang Samaria. Namun perbedaan ini tidak menjadi alasan bagi Yesus untuk tidak menolong dan meninggalkan perempuan itu. Demikian juga dengan kita, kalau perbedaan dijadikan alasan untuk tidak maju, tidak berkarya, tidak berusaha merebut kemenangan, maka kita berada dalam persoalan yang serius. Karena itu, hidup ini sangat ditentukan oleh bagaimana sikap kita dalam menghadapi atau menyikapi perbedaan. Jadi, janganlah menyelesaikan perbedaan dengan permusuhan dan keributan.
Ada beberapa hal penting yang kita lihat dalam ayat ini:
1.Ramah- memulai pembicaraan.Walaupun orang Yahudi dan orang Samaria sangat berbeda, namun Yesus menunjukkan keramahanNya dengan memulai pembicaraan.
2.Tidak angkuh.Walaupun Yesus orang Yahudi, namun Yesus tidak angkuh dalam percakapan dengan perempuan Samaria tersebut.
3.Tidak menghakimi.Yesus tahu bahwa latar belakang perempuan tersebut. Tetapi Yesus tidaklah menghakiminya.
IV. HALANGAN IV -> KESULITAN (ayat 9)
Walaupun ada kesulitan dimana orang Yahudi tidak boleh bergaul dengan orang Samaria, namun Yesus tetap menempatkan pelayanan sebagai prioritasNya.
1.Lebih penting dari kebiasaan.
2. Lebih penting dari kepentingan diri.
3. Lebih penting dari pandangan-pandangan orang.
Bagi seorang yang fokusnya jelas, kesulitan yang dihadapi merupakan sebuah kenikmatan. Tetapi orang bodoh melihat kesulitan bagaikan macan yang menakutkan yang akan menghancurkan. Jadi sukses atau gagalnya seseorang tidak tergantung masalah atau beban yang dihadapi, tapi tergantung pada bagaimana sikapnya dalam menghadapi kesulitan itu. Orang sukses adalah: Seorang yang tersenyum ditengah kesulitan, belajar dari kesulitan dan mau menghadapi kesulitan. Tetapi orang bodoh adalah: seorang yang: menangis ditengah kesulitan, lari dan menghindar dari kesulitan. Oleh karena itu, orang bodoh sulit untuk belajar sehingga sulit untuk maju.
V. HALANGAN V -> KECURIGAAN (ayat 27 & 31-32)
Ada panyak perkara yang bisa menjadi alasan orang curiga pada kita. Sama seperti yang dialami Yesus, ketika Ia berbincang-bincang dengan wanita Samaria, murid-murid-Nya menatap Yesus dengan curiga. Namun tatapan mata dan sikap yang penuh kecurigaan tidak boleh menghambat kita untuk menjadi pelaku Firman.
1.Pandangan orang tidak dapat mengubah pandangan & rencana Allah.Yesus tidak perduli walaupun murid-muridNya memandangNya dengan curiga.
2.Pandangan orang tidak boleh mengubah sikap kita.Kecurigaan murid-muridNya tidaklah mengubah sikap Yesus untuk menolong perempuan Samaria tersebut.
3.Pandangan orang tidak dapat menghambat kesaksian kita.Walaupun murid-muridNya mencurigai, tetapi Yesus tetap melayani perempuan tersebut.
VI. PENUTUP
Karena itu sebagai orang-orang percaya, tembuslah setiap penghalang dan hambatan serta rebutlah kemenangan. Sebab bersama Yesus tidak ada perkara yang mustahil, mujizat dan kemenanganlah yang kita raih.
Doa :
Ya Bapa, Engkau terlebih dahulu telah mengalami halangan dan hambatan dan dapat mengatasi semuanya, sekarang berikanlah kami hikmat dan kuasa untuk dapat menyikapi serta mengatasi setiap hambatan dan rintangan di sepanjang hidup ini, sehingga olehnya kami dapat meraih kemenangan.(jhw/emm)
oleh: Pdt. Gilbert Lumoindong