Blog ini adalah koleksi artikel dari website... dan untuk kegunaan sendiri saja... "KETERBUKAAN adalah awal dari PEMULIHAN..."
Wednesday, March 16, 2011
Lepas Dari Hubungan Sejenis (2)
Lepas Dari Hubungan Sejenis (1)
Saya lahir prematur di bulan Mei 1975 dan menghabiskan dua bulan pertama hidup saya di dalam inkubator, keluar dari kehangatan rahim ibuku dan juga keluar dari pelukan hangat semua orang.Thursday, November 4, 2010
Pengkhianatan Cinta Sejati
Martina berkenalan dan menjalin hubungan dengan seorang pria. Namun hubungan mereka tidak sama seperti harapannya. Banyak tantangan. Teman-temannya tidak setuju bila ia dan pria itu menjalin hubungan, karena menurut teman-temannya, pia itu bukanlah pria yang baik. Ia suka berkelahi dan suka menonton film porno. Bahkan salah satu temannya pernah melihat pria ini bermesraan dengan wanita lain.
Namun karena cinta sudah berbicara, maka Martina tetap mencintai sang pujaan hati. Ia tetap percaya pada kekasihnya. Ia merasa takut bila sampai ditinggal. Hubungan mereka semakin lama semakin serius. martina pun mulai dikenalkan pada keluarganya. Ia merasa senang karena ia akan menjalani impiannya yaitu menikah.
Saat itu dunia serasa milik berdua. Sampai pada akhirnya dengan alasan cinta, sang kekasih membujuk Martina untuk melakukan hubungan suami-istri. Karena tidak ingin ditinggalkan oleh sang kekasih, maka Martina pun mengiyakan. Hubungan itu mereka lakukan berkali-kali. Sampai suatu saat, Martina hamil.
Ia marah dengan dirinya sendiri. ia juga marah terhadap kekasihnya. Kekasihnya kaget dan tidak mengira bahwa hal ini akan terjadi. Martina takut dibicarakan dan dijauhi orang dan keluarga. Perasaan Martina ingin menggugurkan kandungannya karena tidak siap menerima kenyataan. Ia akhirnya memutuskan untuk aborsi. Kekasihnya pun menyetujui dan membantunya. Berkali-kali hal ini dilakukan tetapi tidak berhasil.
Pada saat usia kandungannya 6 bulan, ia mendapati kekasihnya bermesraan dengan wanita lain. ia marah dan kecewa terhadap kekasihnya. Namun kekasihnya tidak menggubrisnya. Bahkan kekasihnya lebih memilih wanita lain dan meninggalkan dirinya.
Lalu ia pergi kerumah orangtua kekasihnya untuk mengadukan hal ini. namun tidak juga sesuai dengan yang ia harapkan. Hanya pil pahit yang harus ditelannya. Orangtua kekasihnya merasa sangat kecewa karena mereka tidak menjaga kepercayan yang telah diberikan. Bukannya membela malah menolaknya.
Rasa benci mulai bertumbuh dihati Martina. Ia sangat kecewa terhadap perlakuan kekasih dan orangtua kekasihnya. Hingga suatu hari, ia berniat untuk membunuh kekasihnya. Rasa dendam dan marah bercampur menjadi satu. Bila kekasihnya tidak ingin menikah dengannya, maka tidak boleh ada yang menikah dengannya. Entah kekuatan darimana, akhirnya Martina mampu mengontrol emosinya dan tidak jadi menikam kekasihnya.
Percobaan untuk membunuh diri dan bayinya harus kandas lagi. Lalu ia menghadiri suatu kebaktian dengan temannya. Dan ia berkata pada temannya, kalau hari ini Tuhan itu ada, kalau Tuhan mau pakai ia lagi. Maka hamba Tuhan harus berbicara seperti yang saya katakan. Ketika ia selesai berbicara, ternyata hamba Tuhan itu berbicara sama persis seperti yang ia ucapkan.
Martina hancur hati. Ia maju kedepan untuk didoakan. Ketika didoakan ia merasa beban yang ia tanggung selama ini, ia merasa bebas. Ia mulai bisa mengampuni kekasihnya, keluaganya dan wanita lain itu. ia merasa sukacita kembali dan dapat menerima kebenaran.
Saat ini, Martina kembali melayani Tuhan. ia merasakan sukacita yang besar bersama anak yang dicintainya. Sampai hari ini ia bisa terima dengan keadaannya memiliki anak tanpa suami. Ia terbuka terhadap keluarga. Martina yang merasa dulunya sampah dan tidak ada apa-apanya, sekarang diangkat dan dibersihkan oleh darah Yesus. Tuhan pulihkan, memberik kekuatan untuk mengampuni dan ini semua karena karya Tuhan Yesus. (Kisah ini ditayangkan 25 Oktober 2010 dalam acara Solusi Life di O'Channel).
Sumber kesaksian :
Martina
http://www.jawaban.com/index.php/spiritual/detail/id/9/news/090825103204/limit/0/Pengkhianatan-Cinta-Sejati.htmlFriday, September 17, 2010
Permaisuri Lucifer
Terbukanya Celah Kegelapan
Pada suatu hari, seorang paranormal, datang berkunjung ke rumah Pak Bambang Prasetyo, ayah Lala. Paranormal yang adalah tetangga Lala itu mengatakan bahwa ada sesuatu yang khusus pada Lala, kesaktian supranatural dari Kakek Lala akan turun kepada Lala, anak ke-2 dari 2 bersaudara itu. “Ketika Paranormal itu meminta Lala untuk berpuasa, saya pikir itu bukanlah sesuatu yang berbahaya buat anak saya,” ujar Pak Bambang, yang sebelum menikah dengan Ibu Annie memeluk agama Islam. Lala pun mulai berpuasa. Ia menerima anjuran itu. Sang paranormal berkata bahwa ilmu yang Lala miliki bisa digunakan untuk kebaikan dan menolong banyak orang. Salah satunya menyembuhkan orang sakit. Meskipun masih ragu, namun Lala menurutinya. Paranormal itu menasihatkan Lala untuk hidup jujur, jangan curang dan berbuat tidak benar, sehingga Lala semakin tertarik. Bahkan ia menyampaikan pesan Kakek Lala supaya Lala rajin belajar. Lala juga percaya bahwa itu benar.
Kejadian Supranatural
Satu hari setelah berpuasa dan mengikuti ritual yang disarankan, Lala bisa melihat dan berbicara dengan arwah yang sudah mati. Arwah-arwah itu berwujud manusia dan sering mendatangi Lala sambil menitipkan pesan untuk keluarga yang mereka tinggalkan. Salah satu arwah berpesan kepada anak-anaknya supaya mereka segera berkunjung ke kuburannya. Kemudian Lala menyampaikannya.
Suatu ketika, Lala menyadari bahwa ia memiliki kemampuan untuk memindahkan barang apa pun tanpa menyentuhnya. Cukup dengan berkonsentrasi maka barang tersebut akan bergerak ke mana pun Lala kehendaki. Bahkan orang sakit dapat Lala sembuhkan.
Memasuki tahun 2001, Lala bertemu dengan Sunan Gunung Jati dan Sunan Kali Jaga. Ia bisa pindah ke satu tempat ke tempat lain, muncul pada saat orang lain tidak melihatnya. Setiap kali mengisi bensin di sebuah pom bensin, kasirnya selalu berkata bahwa Lala sudah membayarnya. Padahal Lala tidak mengeluarkan uang sepeser pun. Kejadian-kejadian itu membuat Lala semakin disanjung oleh teman-temannya. Namun teman-teman Lala yang beragama Kristen tidak menunjukkan kekaguman kepada Lala, sehingga Lala merasakan suatu kejanggalan.
Tamu Misterius Datang Ke Dalam Kamar
Suatu hari, sepulangnya Lala dari kampus, ia melihat seorang laki-laki berwajah tampan sedang duduk di atas tempat tidurnya. Mukanya telihat halus dan licin. Lala hendak memarahinya karena ia lancang masuk ke dalam kamar, namun mulut Lala tidak dapat mengeluarkan suara. Laki-laki itu menatap Lala dengan tatapan tajam lalu berkata, “Kamu adalah pilihanku, dan kamu akan kujadikan permaisuri. Akan kuberikan semua fasilitas yang kamu butuhkan, rumah, uang, mobil dan harta yang melimpah, sehingga kamu tidak merepotkan orang tuamu lagi.” Lala sempat terbuai dengan tawaran itu. “Jika kamu menjadi permaisuriku maka kita berdua akan membuat Bandung berdarah,” ucap laki-laki itu lagi. Lala mulai ketakutan dan sadar bahwa laki-laki ini bukan manusia. Mulutnya yang sempat terkunci tiba-tiba bisa berbicara kembali. “Saya tidak mau,” jawab Lala. Wajah laki-laki misterius itu berubah menjadi tidak bersahabat, seperti penuh dengan amarah. Dalam sekejap mata tiba-tiba ia menghilang dari kamar Lala. Dan seiring kepergiannya, terasa guncangan hebat dalam kamar Lala sehingga membuat seisi kamarnya berantakan. Bahkan orang tua Lala yang sedang berada di lantai atas ikut merasakan guncangan tersebut. Perasaan Lala mulai tidak karuan. Ia mulai merasa khawatir dan bertanya dalam hati, apa yang sekiranya akan terjadi dalam hidupnya setelah kejadian ini.
Teror Akibat Dendam Amarah Lucifer
Lima hari berlalu dari kejadian itu, ternyata belum terjadi apa-apa dalam kehidupan Lala. Ia pergi ke kampus seperti biasanya. Ketika pulang kuliah, ia melihat keadaan di dalam mobilnya berantakan. Tiba-tiba saat ia hendak masuk ke dalam mobil, pintu mobil Lala tertutup sendiri dan terbanting keras sehingga menjepit tangan Lala. Lala menjerit kesakitan namun tidak ada satu orang pun yang mendengarnya. Setelah cukup lama menahan sakit, barulah pintu itu terbuka kembali dan Lala dilarikan oleh satpam kampusnya ke rumah sakit Bandung.
Keesokan harinya, di saat Lala sedang jalan-jalan dengan teman-temannya, sesuatu yang keras seperti memukul kepalanya. Teman-teman Lala tidak melihat apa-apa, bahkan menganggap Lala hanya bergurau. Sampai tiba-tiba wajah Lala lebam dan terluka dengan sendirinya. Hanya Lala sendiri yang merasakan pukulan-pukulan itu. Seperti ada roh halus yang sedang menghajarnya.
Di dalam kelas, ketika Lala sedang mengikuti pelajaran salah satu mata kuliahnya, tiba-tiba tubuh Lala terlihat seperti ada yang menarik, dan kursi yang Lala duduki melayang ke atas udara. Seisi kelas merinding ketakutan dan bingung dibuatnya. Teman-teman Lala mulai panik melihat kejadian itu. Dan untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang kembali, mulai di hari selanjutnya mereka mengadakan doa bersama sebelum kuliah dimulai. “Kehidupan saya tidak tenang karena ‘mereka’ selalu mengganggu saya,” ujar Lala.
Gangguan belum berakhir. Sewaktu makan, Lala tidak bisa memasukkan makanan yang ada di sendok ke dalam mulutnya. Ketika ia mencoba dengan garpu, garpu itu melesak ke dalam mulutnya dan menusuk ke lidah. Teman-temannya berusaha membantu Lala menarik garpu itu, namun tidak berhasil. Darah mulai mengalir dari dalam mulut Lala. Akibat dari kejadian itu Lala tidak bisa makan selama satu minggu, badannya mulai terlihat kurus sehingga ia harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan khusus.
Sesampainya di rumah sakit, jarum infus yang hendak dimasukkan ke pembuluh darah Lala sulit untuk dimasukkan. Dokter yang bertugas semakin dibuat heran ketika muncul tanda seperti simbol ‘X’ berwarna merah di dahi Lala. Simbol itu seperti luka yang kering. Bahkan beberapa waktu kemudian muncul tulisan ‘SATAN’ di tubuh Lala. “Saya dipermalukan sekali oleh Lucifer,” ujar Lala.
Teror demi teror terus berdatangan. Semakin hari semakin aneh dan mengerikan. Tiba pada puncaknya ketika Lala sedang masuk ke dalam kamar mandi, ia menghilang seketika. Teman-temannya sempat terbelalak ketika mereka melihat kamar mandi dalam keadaan kosong. Karena sebelumnya mereka sempat melihat dengan jelas Lala masuk ke dalam situ. Akhirnya disebarkan berita kalau Lala hilang. Seorang petugas polisi menemukan Lala sedang berdiri di pinggir jalan. Kejadian itu terulang kembali pada hari berikutnya. Lala menghilang dan ia tiba-tiba sudah berada di pegunungan Ciwidey.
Suatu hari Lala melihat sosok iblis keluar masuk dalam tubuhnya. Perlahan penglihatannya mulai memudar dan semua yang dilihat Lala seperti buram. Pada akhirnya Lala tidak dapat melihat sama sekali. Semua serba gelap. Beberapa menit kemudian sebuah tangan yang besar terasa seperti mencekik leher Lala. Dan Lala menjadi bisu seketika itu juga. Di saat yang bersamaan, kaki Lala juga lumpuh. Kejadian itu terjadi pada bulan April 2002. Tidak sampai di situ saja. Iblis juga menyumbat pikiran Lala sehingga Lala menjadi amnesia dan tidak mengenali satu orang pun yang ada di dekatnya. Stres yang hebat mulai Lala alami. Ia merasa tidak memiliki pengharapan. Nilai-nilainya hancur dan teman-temannya satu per satu mulai pergi menjauhi dirinya.
Pencobaan Bunuh Diri
Lima hari sudah Lala lewati dalam keadaan buta, bisu, lumpuh dan tidak mengenali suara-suara yang ia dengar. Pilihan yang terlintas dalam pikiran Lala hanya ada 2; menyerahkan diri kepada iblis atau bunuh diri. Karena sudah tidak kuat menahan penderitaan tersebut, Lala memutuskan untuk bunuh diri. Ia mencoba meraba-raba seisi kamarnya untuk mencari barang yang tajam supaya dapat menikam lehernya sendiri dan menghabisi nyawanya. Tetapi niat itu batal ketika seseorang masuk ke dalam kamarnya dan menggenggam tangan Lala. Orang itu menuliskan sesuatu di atas tangan Lala, “Ini mama.” Dan lagi ia menuliskan sebuah kalimat, “Segala sesuatu indah pada waktu-Nya. Yesus sayang sama Lala.” Hingga akhirnya Lala menemukan pilihan yang ke-3, yaitu menerima Yesus.
Mujizat Kesembuhan Terjadi Saat Pelepasan
Sementara itu, selain kedua orang tua Lala, ada banyak orang berdoa untuk Lala. Karyawan Maranatha di bagian pembukuan juga ikut berpuasa untuk Lala, bahkan mereka berdoa selama berjam-jam. Mereka berdoa agar Tuhan segera menolong dan mengasihani Lala. “Saya melihat suatu keindahan yang Tuhan perlihatkan. Rumah kami menjadi rumah doa,” ucap Pak Bambang dengan wajah berseri-seri ketika memberikan kesaksian. Kebahagiaan terpancar dari mimik wajahnya yang tenang ketika ia mengingat kembali kejadian itu. Akhirnya mujizat kesembuhan terjadi. Doa orang benar besar kuasanya. Lala bisa mendengar dan berbicara lagi, meskipun ia belum bisa melihat.
Lala mulai ikut bernyanyi memuji dan menyembah Tuhan bersama teman-temannya. Dan secara ajaib perlahan-lahan warna hitam yang menutupi penglihatannya mulai berubah menjadi warna-warni. Lala bisa melihat kembali. “Saya mulai mengamati bahwa pujian dan penyembahan ada kuasa. Tuhan bertahta di atas puji-pujian,” ujar Lala.
Kejadian Aneh Muncul Kembali
Beberapa hari kemudian, ketika sedang berada di dalam mobil bersama kedua orang tua dan pamannya, Lala tiba-tiba menghilang. Kejadian itu membuat mereka menjadi ngeri dan panik, karena Lala tidak lagi berada bersama mereka. Sedangkan Lala sendiri tiba-tiba sudah berada di dalam sebuah rumah besar yang aneh. Beberapa anak muda menyapa kehadiran Lala. Lala tidak dapat menggerakkan anggota tubuhnya. Kuasa iblis seperti sedang menguasainya. Lalu datang seseorang memasuki ruangan, seorang laki-laki yang dahulu pernah berada di dalam kamar Lala. “Mungkin kamu lupa sama saya, tapi hari ini kamu akan saya jadikan permaisuriku,” ucap laki-laki itu. Dalam keadaan tidak berdaya, iblis membawa Lala ke pelaminannya. Anak-anak muda yang berada di dalam ruangan tersebut membaca sebuah mantera sambil mengiringi perjalanan Lala.
Lala dibawa oleh laki-laki itu dan diposisikan di sebelah dia sambil dirangkulnya. Semua orang yang ada di depan Lala memakai baju hitam, dan mereka terlihat sedang memakan daging mentah. Darah segar muncrat dari mulut mereka – mengotori lantai ruangan. Mulut mereka berlumuran darah. Lalu setelah itu anak-anak muda yang berada di dalam ruangan saling berhubungan seks.
Laki-laki misterius yang membawa Lala mulai berusaha menjamah tubuh Lala. Kemudian Lala melihat wajahnya berubah menjadi panjang. Tiba-tiba terbesit dalam pikiran Lala sebuah ajakan untuk menyebut nama Yesus. Lala pun berusaha berkata dalam hati, “Yesus tolong saya, walau saya lupa tentang Kau tapi saya tahu Kau mau menolong saya, Yesus tolong saya.”
Akhirnya ketika mata Lala berkedip, ia sudah berada di tempat lain lagi. Terlihat banyak angkot-angkot lewat. Lala sedang berada di pinggir jalan. Ia tidak tahu mau pulang ke mana. Walaupun dalam keadaan bingung, namun Lala bersukacita. Ia meneriakkan nama Yesus sehingga orang-orang memperhatikannya.
Lala masih tidak tahu harus pulang ke mana. Ia kembali berseru kepada Yesus. Untuk pertama kali dalam hidupnya, Lala mendengar suara Tuhan yang lembut, “Anak-Ku, orang tuamu sekarang ada di Gereja Sidang Jemaat Allah, di Jalan Sudirman. Ketahuilah Aku senantiasa menyertai kamu.”
Tuhan Yesus Mendatangi Lala
Setibanya di gereja itu, Lala bertemu kembali dengan pamannya. Mereka naik ke atas gedung gereja dan melihat kedua orang tua Lala sedang berdoa. Ibu Annie Prasetyo, ibu Lala, segera memeluk Lala sambil mengucapkan syukur dan terima kasih kepada Yesus.
Lalu mereka semua turun ke bawah. Saat itu Lala merasa sudah sangat putus asa, dan berkata kepada ibunya bahwa ia mau mati saja. Ibu Annie mencoba menenangkan Lala. Dalam keadaan letih yang luar biasa tiba-tiba Lala melihat Yesus hadir di hadapannya. Mata Lala menatap lurus ke suatu titik. Orang-orang di sekeliling Lala mulai menengking-nengking, karena mereka berpikir Lala kembali didatangi oleh roh jahat. Namun Lala tetap tenang. Yesus mendekati Lala dan berkata, “Anak-Ku, Aku mengasihi engkau.” Dia lalu membuka tangan-Nya dan mengajak Lala untuk berdoa, “Bapa Kami yang di sorga…” Lala mengikutinya dan semua orang menangis.
Tak lama kemudian perut Lala dipelintir oleh iblis dan dipukul. Lala menjerit kesakitan. Tangan kiri Lala tetap dipegang oleh Tuhan. Suasana menjadi gaduh, namun Lala sempat mendengar suara Yesus, “Percayakah Kau kepadaku?” Lala menjawab, “Saya mau percaya asalkan saya sembuh dulu!” Hingga akhirnya Lala tidak sadarkan diri. Lau ia dibawa ke ruang doa. Peristiwa yang menggemparkan terjadi. Dalam keadaan tidak sadarkan diri, keluar suara lemah dari mulut Lala, “Ya Yesus, Engkau Anak Allah Yang Maha Tinggi. Engkau adalah Mesias yang sudah mengalahkan saya 2000 tahun yang lalu. Ampuni kami Tuhan.” Setelah terbatuk keras, Lala mulai sadar. Tuhan Yesus kembali bertanya kepada Lala pertanyaan yang sama, dan Lala segera menjawabnya, “Saya percaya Tuhan!” Tangan Tuhan menjamah wajah Lala dan seketika itu ingatan Lala mulai pulih. Ia dapat mengenali semua orang yang ada di ruangan tersebut. “Maukah Engkau memikul salib bersama-Ku?” tanya Yesus lagi. “Ya, saya mau!” jawab Lala dengan tegas. “Sampai maranatha,” ucap Yesus sebelum Ia pergi berlalu.
Kehidupan Lala dipulihkan dan diubah menjadi baru. Pak Bambang dan Ibu Annie kini mulai terlibat aktif dalam pelayanan. Mereka percaya, bahwa segala sesuatu terjadi untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Tuhan. (Kisah ini telah ditayangkan 23 Juli 2007 dalam acara Solusi di SCTV).
Sumber Kesaksian : Melanie Prasetyo Sumber Artikel : Jawaban.comhttp://kisahnyatakristen.kiosgeek.com/2009/02/05/permaisuri-lucifer/
Kisah nyata Cinta Sejenis- Lesbian
Kisah Nyata – Aku adalah wanita kelahiran Palu 1954. Ayahku seorang tentara yang dinasnya selalu berpindah-pindah tempat. Di usia aku yang ke-4, ayah dan ibuku bercerai karena tidak harmonisnya hubungan mereka. Karena kasih saying Oma terhadap cucu-cucunya, ia membawa dan mengasuhku beserta adik-adikku ke Sangir Talaud, Manado.
Pernikahan yang tidak bahagia
Ketika aku berumur 16 tahun, oma meninggal, sehinggga aku beserta adik-adik tinggal dengan saudara lainnya di kampung itu. Merasa beranjak dewasa, tahun 1979, aku mengambil keputusan untuk merantau ke Balikpapan seperti teman-teman sebayaku saat itu. Setelah beberapa waktu bekerja di sana aku pun mulai kenal dan dekat dengan seorang pria bernama Efendi. Walaupun kami berbeda keyakinan, namun hubungan kami semakin dekat sehingga kami berani mengambil keputusan untuk maju ke tahap yang lebih serius. Keputusan tersebut terlaksana dan aku pun mengikuti keyakinan suamiku. Tak pernah terbesit sedikitpun dibenakku bahwa rumah tangga ini harus berakhir. Hubunganku dengan suami tidak pernah harmonis seperti masa-masa pacaran. Tahun 1985, aku harus menghadapi kenyataan yang sangat pahit ketika suamiku menyatakan untuk bercerai, bahkan ia menikah dengan wanita lain.
Setahun kemudian, aku nekad pergi ke Jakarta dengan keinginan kuat untuk melupakan semua pengalaman pahit hidup ini dan memulai hidup yang baru. Namun apa yang terjadi tenyata jauh diluar dugaanku. Bukannya hidup yang lebih baik yang kudapatkan, sebaliknya, aku terpaksa mendekam dalam penjara wanita selama 7 bulan. Hukuman yang harus jalani setelah sebelumnya aku mabuk berat dan tanpa sadar telah membuat keributan di sebuah restoran. Sungguh, benar-benar jauh dari perkiraanku.
Mencintai sesama jenis
Dalam tahanan, ada seorang wanita yang memperhatikanku. Kedekatanku denganya membuatku merasa nyaman. Pelan tapi pasti, tanpa disadari ternyata kami mulai memiliki perasaan selayaknya rasa cinta terhadap lawan jenis. Hubungan ini terus berlanjut sampai masa tahananku selesai dan aku dibebaskan.
Bebas dari tahanan ternyata tidak juga menjadi kesempatan baik buatku untuk memulihkan hidupku dari jerat dosa. Saat itu aku tinggal dengan teman lamaku yang tergabung dalam sebuah tim band wanita. Di sinilah hidupku semakin tenggelam dalam kubangan lumpur dosa. Narkotika dan minuman keras selalu menjadi santapanku hampir setiap harinya, bahkan aku sering menyakiti diriku sendiri dengan mengiris-iris tangan dan perutku dengan pisau. Semakin dalam lukanya, aku sepertinya merasakan kenikmatan yang memuaskan hatiku. Tanpa disadari, pengalaman-pengalaman ini justru mendorongku untuk segera mengakhiri hidup.
Perasaan mencintai sesama jenis terus merasuki hidupku. Tahun 1993 aku berkenalan dengan Marsa dan kami menjalin hubungan layaknya pasangan suami istri. Lima tahun kemudian, aku meninggalkannya untuk merantau ke Batam. Akibat rantai dosa yang semakin kuat menjerat hidupku, aku pun mendapatkan pasangan baru, seorang wanita yang berusia 10 tahun lebih muda dariku.
Suatu hari aku dan beberapa teman pergi ke Pub “Nagoya”. Pengaruh minuman keras membuatku lupa diri. Ternyata teman-temanku telah meninggalkanku sendirian dengan tagihan yang besar yang tidak bisa kubayar. Malam itu 3 orang bodyguard yang berbadan besar dan kekar, menghajarku tanpa ampun sampai babak-belur dan tidak sadarkan diri lagi di luar area pub tadi. Keesokan harinya, sekitar pukul 5 pagi, aku terbangun dengan rasa sakit yang menjalar disekujur tubuh. Bagian kepalaku retak dan terus mengalirkan darah. Tiba-tiba aku teringat dengan Sari, teman baikku sewaktu pertamaku berada di Batam. “Mungkin dia bisa membantuku..” pikirku. Saat itu aku teringat kepada Tuhan. Tuhan Yesus, kumohon tolonglah aku..” seruku dalam hati.
Aku adalah wanita sempurna di dalam Kristus
Akhirnya aku dirawat di RS Harapan Bunda. Setelah menjalani perawatan intensif selama 5 hari, kondisiku membaik dan aku diijinkan pulang. Setelah keluar dari rumah sakit, Sari mengajakku ke Jakarta untuk bertemu dengan ibu Linneke. Ia melayaniku dengan penuh ketulusan, tidak seperti perhatian yang ditunjukkan temen-temanku sebelumnya yang akhirnya menyeretku dalam jerat dosa lesbian. Melalui ibu Linneke, aku diperkenalkan kepada Kristus melalui seluruh perbuatannya yang mencerminkan kasih Kristus. Hubungan kami seperti keluarga yang penuh kasih dan damai sejahtera. Bahkan, 3 keponakannya juga turut ambil bagian membantuku dalam proses pemulihan iman dan kejiwaanku. Mereka tidak pernah lelah mengajakku pergi ke gereja. Hingga aku pun mulai berani berdoa, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah menyelamatkan hidupku. Terima kasih karena Engkau telah mengampuniku dari seluruh dosa-dosa yang pernah kubuat..”
Sejak saat itu, aku menjadi sangat yakin bahwa Tuhan Yesus telah mematahkan segala ikatan dosa yang akan membawaku kepada kebinasaan kekal. Keberanian dan pemulihan iman yang terjadi dalam hidupku membuatku semakin taat dan konsisten untuk berdoa, membaca firman Tuhan dan aku terus mengikuti persekutuan-persekutuan ibadah yang benar-benar menjamah hatiku dan menguatkan keyakinanku di dalam Kristus sehingga akhirknya aku berserah total kepada Tuhan serta menyatakan kesediaan untuk dibaptis. Maret 2003, ketika aku dibaptis, aku merasa ada suatu roh yang keluar dari tubuhku. Saat itu aku menangis karena aku sangat yakin bahwa aku sudah dibebaskan dari kutuk dosa lesbianku dan kasih Kristus yang luar biasa kini ada di dalam hidupku. “Aku telah menjadi wanita sempurna di dalam Yesus Kristus.” Ucapku.
Sekarang aku adalah seorang hamba Tuhan yang melayani sebagai pendoa bagi orang-orang yang terbaring lemah di rumah sakit. Tuhan selalu menyertai setiap pelayananku. Mukjizat-mukjizatNya yang luar biasa terus terjadi melalui pelayanan ini. Bonus yang mulia dari Tuhan ialah melalui kehidupanku sekarang ini, Marsa akhirnya bertobat dan terlepas dari jerat dosa lesbian. Ia menjadi wanita yang sempurna di dalam Tuhan Yesus Kristus, bahkan kini ia juga menjadi seorang pelayanan Tuhan.
Kecanduan/ Gila Seks
“Dalam satu minggu kurang lebih 3-4 kali ‘main’ dengan perempuan. Pernah dalam satu hari tiga kali berhubungan intim dengan perempuan yang berbeda. Kalau dibilang Hyper sex, iya! Sampai saat ini wanita pelacur yang pernah tidur dengan saya lebih dari seribu,” ujar Iyus.
Tidak ada yang menyangka bahwa seorang pelajar sekolah Theologia yang bernama Iyus Ruswanta ternyata pernah melakukan hubungan sex dengan ratusan wanita. Bertubuh kecil dan berkulit hitam, itulah sosok Iyus Ruswanta yang juga pernah merenggut keperawanan enam orang perempuan. Bahkan ia sempat memaksa tiga orang pacarnya untuk melakukan aborsi.
Ajakan Dari Teman
Salah seorang teman Iyus pernah memberikan dia sebuah ajaran sesat dimana ia mengatakan bahwa jika Iyus berhasil meniduri tujuh orang perawan maka ia akan menjadi laki-laki yang memiliki aura – daya tarik terhadap wanita. Sebuah ajaran bodoh yang tidak masuk di akal namun diyakini benar oleh Iyus. Apa yang diucapkan oleh temannya itu terus terngiang dalam pikirannya dan ia pun mulai mencari korban perempuan untuk dijadikan mangsanya.
Pengalaman Seks Di Masa Kecil
Ketika Iyus masih duduk di bangku SD kelas 2, ia mengalami kejadian yang tidak akan pernah terlupakan seumur hidupnya. Waktu itu Iyus sedang bermain di depan rumahnya ketika tetangganya memanggil Iyus untuk masuk ke dalam rumahnya. Tetangga Iyus itu adalah seorang janda berusia 30 tahun. Ketika berada di dalam rumah, janda itu mengajak Iyus masuk ke dalam kamar dan menyuruhnya membuka celana. Wanita itu lalu mengajarkan Iyus cara berhubungan intim, padahal pada waktu itu Iyus yang masih kecil sama sekali tidak mengerti apa yang sesungguhnya sedang mereka lakukan. Setelah melakukannya, Iyus diberi uang oleh janda tadi. Seminggu kemudian Iyus diajaknya lagi melakukan hal yang sama di sebuah kebun kosong sambil berdiri. Iyus sendiri tidak menolak ajakannya, karena ia berpikir akan mendapatkan uang setelah itu.
Berzinah Dengan PSK Dan Jemaat Yang Dilayani
Dari usia remaja Iyus sudah mulai mengenal wanita malam dan ia sering kali berhubungan seks dengan mereka. Ratusan wanita sudah pernah melayani nafsu birahinya hingga saat ini. Bahkan ketika ia kuliah dengan jurusan Theologia di Jogyakarta Iyus sering berhubungan seks dengan para pelacur tanpa ada yang mengetahuinya. Iyus sempat terpilih menjadi salah satu dari sepuluh mahasiswa yang boleh melakukan khotbah di luar kota. Pertama kali pelayanan ia ditugaskan di kota Magelang. Tetapi tiga hari setelah itu Iyus malah jatuh lagi ke dosa perzinahan dengan salah satu jemaat yang ia layani. Dia adalah seorang janda dan Iyus berhubungan seks dengannya sebanyak lima kali di rumah janda tersebut. Perbuatannya itu pada akhirnya diketahui dan Iyus diskors selama satu tahun dari pelayanan.
Kepergok Ingin Memperkosa Teman Istri
Pada tanggal 14 Juli 1996 Iyus menikahi seorang wanita bernama Sri Hastuti. Awal pernikahan mereka memang berjalan dengan baik, tapi setelah mempunyai seorang anak satu tahun kemudian Iyus jatuh lagi ke dalam dosa seksual. Tanpa sepengetahuan istrinya ia sering mengunjugi tempat berkumpulnya para wanita malam.
Kelakuan Iyus setelah mempunyai istri ternyata tidak juga berubah menjadi baik. Ia pernah memaksa istrinya untuk mengintip seorang wanita yang sedang mandi sebelum mengajak Sri Hastuti untuk berhubungan intim.
Pada suatu malam Sri Hastuti, istri Iyus membawa temannya untuk menginap dan tidur bersamanya. Iyus yang sudah tidur terlebih dahulu tidak menyadari bahwa istrinya hendak membawa tamu untuk tidur di rumahnya. Ketika ia terbangun di tengah malam, Iyus baru menyadari ada tamu wanita sedang tidur di samping istrinya. Seketika itu juga Iyus terangsang melihat tubuh teman istrinya dan tergoda untuk menyetubuhinya. Namun belum sempat ia memulai niat jahatnya, wanita itu menjerit dan jeritannya membuat Sri Hastuti terbangun. Caci maki dan kata-kata kasar Iyus lontarkan kepada istrinya yang seharusnya mendapat permohonan maaf dari Iyus.
Setelah saling melontarkan kata-kata kasar, Iyus pun mengusir istri dan anaknya keluar dari rumah. “Rasa sakit hati saya sudah tidak tertahan lagi. Waktu itu malam-malam jam 12 saya langsung kabur dari rumah,” ujar Sri Hastuti. “Saya sengaja berjalan di tengah jalan sambil menggendong anak saya. Bis-bis yang lewat mengklaksonin saya dan sopirnya mencaci maki saya. Padahal saya benar-benar ingin mati.”
Depresi Akibat Ditinggal Anak
Beberapa hari Iyus tinggal seorang diri di rumah. Sri Hastuti sempat menelponnya satu kali di siang hari, dan lewat pembicaraan di telepon Iyus mendengar suara anaknya yang sedang sakit diare parah dan nyaris mati. Hatinya mulai tersentuh mendengar penderitaan yang dialami oleh anaknya. “Mengapa saya mengusir istri dan anak saya!” Seru Iyus dalam hati sambil meratapi kesendiriannya. Iyus sangat merindukan anaknya pada waktu itu. Kepergian anaknya membuat jiwa Iyus terluka. “Di tembok dinding itu saya menulis dengan cat pilox: David, papa sayang kamu, papa rindu sama kamu David, pulang… Kembali ke Cikampek,” ujar Iyus. Terngiang terus suara anaknya yang ia dengar ketika istrinya menelpon beberapa hari yang lalu.
Sri Hastuti Kembali Ke Rumah
Setelah 4 bulan berpisah dengan Iyus, Sri Hastuti memutuskan untuk kembali berkumpul dengan suaminya dan Iyus pun meminta maaf. Namun Iyus tetap bersenang-senang di atas penderitaan sang istri. Rasa sakit yang dialami Sri Hastuti membuat ia menolak kelahiran anak keduanya. Sering kali Sri Hastuti memukuli perutnya yang sudah mulai membesar. “Saya tolak itu dan saya pukuli perut saya. Kenapa mesti dikasih anak lagi? Saya sudah punya beban yang sangat berat,” ujar Sri Hastuti. Meskipun begitu, Iyus berusaha untuk menenangkan hati istrinya ketika melihat Sri Hastuti memukuli perutnya sendiri. Bayangan aborsi yang pernah dilakukan 3 kali kepada mantan pacarnya membuat Iyus takut dan merasa berdosa. Ia tidak ingin terjadi apa-apa pada anak yang sedang dikandung oleh Sri Hastuti. Dalam keadaan rumah tangga yang kacau-balau, Sri Hastuti memutuskan untuk melahirkan anak keduanya di Jawa. Satu setengah tahun lamanya Iyus berpisah dengan Sri Hastuti sebelum ia mengajak istrinya untuk tinggal satu rumah lagi. Setelah Sri Hastuti kembali, Iyus berjanji akan memulai lembaran baru dengan sang istri. Namun ternyata janji itu tidak dipenuhinya.
Rasa Benci Sang Istri Memuncak Setelah Dihajar Iyus
Sebuah pertengkaran dahsyat terjadi kembali. “Saya selalu ngomongin masa lalunya. Dia sudah minta maaf kepada saya, tapi saya sering ulang-ulangi melecehkan dan mengomeli dia,” ujar Sri Hastuti. Hingga pada suatu malam, Iyus menjadi gelap mata dan emosinya memuncak ketika istrinya mengungkit masa lalunya. Tanpa pikir panjang Iyus meninju istrinya berkali-kali seperti memukul seorang laki-laki. Mulut Sri Hastuti hancur dan mengucurkan darah. Iyus masih terus menghajarnya dengan geram tanpa mempedulikan luka-luka yang sudah mulai berdarah di wajah istrinya. Diinjak dan ditendangnya Sri Hastuti sekuat tenaga ketika Sri Hastuti terjatuh.
Rumah Tangga Semakin Rusak
Hari-hari selanjutnya Sri Hastuti semakin tersiksa dengan perilaku Iyus. Setiap kali hendak melakukan hubungan badan, Iyus selalu mengajak istrinya menonton film porno. “Batin saya menjerit, rasa kebencian saya sebenarnya sudah membuat saya ingin menolak,” ujar Sri Hastuti.
“Saya tidak bangga melakukannya. Saya malu. Saya sudah berusaha untuk menghentikan dan melawannya. Namun saya tidak mampu. Sudah seperti menjadi jiwa saya bahwa Iyus itu penjinah,” ujar Iyus. Semakin sering Iyus menyesali perbuatannya dan berusaha dengan kekuatannya sendiri untuk keluar dari cengkeraman dosa seksual, semakin dalam ia terperangkap dalam dosa ini. “Saya sudah benci kepada dosa-dosa saya. Saya lebih jorok dari sampah. Najis dan kotor sekali. Hidup saya memalukan,” ujar Iyus. Setiap hari tidak pernah Iyus rasakan kedamaian yang sejati dalam hidupnya. Ia mulai merasakan jenuh dengan keadaan hidup yang seperti itu dan berniat untuk berubah. Iyus benar-benar merasakan kerinduan yang kuat untuk bisa berubah dan sadar bahwa satu-satunya orang yang bisa melakukan perubahan itu adalah dirinya sendiri. Sementara itu pengharapan dan doa Sri Hastuti tidak pernah terhenti. “Saya berdoa pasti Tuhan akan mengubahkan hidup saya. Tidak mungkin selalu seperti ini terus. Walaupun suami saya seperti itu, tetapi saya punya Tuhan yang menguatkan saya. Dan banyak saudara-saudara saya yang Tuhan pakai untuk mengasihi saya,” ujar Sri Hastuti.
Hidup Iyus Dipulihkan
Berminggu-minggu Iyus berseru kepada Tuhan untuk membantunya melepaskan diri dari jeratan dosa yang mencengkeramnya. Ia sudah muak dengan kebiasaan buruknya. Tiada henti-hentinya Iyus meminta pertolongan Tuhan. Hingga pada suatu hari ia tidak menyangka bahwa ajakan temannya untuk mengikuti sebuah camp khusus pria ternyata menjadi pintu perubahan hidup yang selama ini Iyus nantikan. Dan lewat camp tersebut lawatan Tuhan mulai terasa dalam hidupnya. Iyus teringat anak dan istrinya sambil berseru kepada Tuhan, “Tuhan tolong pulihkan saya. Saya sudah lelah dengan hidup ini. Saya ingin memulai lembaran yang baru!” Iyus mulai merasakan jamahan Tuhan dan ia tahu bahwa semua dosanya sudah diampuni Tuhan ketika ia sungguh-sungguh meminta ampun dihadapan-Nya.
“Sambil menangis saya sadar, bahwa Tuhan benar, Tuhan memanggil saya untuk jadi seorang suami dan kepala dalam rumah tangga saya. Seharusnya saya mendatangkan berkat bagi anak-anak dan istri saya. Saya sangat berdosa sekali di hadapan Tuhan. Saya sangat menyesal dengan apa yang pernah saya lakukan. Kalau hidup saya bisa diulang dari awal, saya tidak ingin hidup seperti yang telah saya jalani,” ujar Iyus.
Sepulangnya dari acara itu Iyus langsung menemui istrinya. Dipeluknya Sri Hastuti sambil menangis dan ia meminta maaf kepada istrinya atas semua perbuatannya. Sri Hastuti pun meminta ampun kepada Iyus karena sebagai istri dia tidak menghormati Iyus. Mereka saling mengampuni dan berdoa bersama. Mereka menyerahkan masa depan rumah tangga mereka ke dalam tangan Tuhan dengan ucapan syukur.
“Sampai saat ini dia tunjukkan benar pertobatannya, Iyus sudah tidak merokok lagi, tidak judi lagi, tidak mabok, dan tidak main perempuan. Saya bersyukur saat ini suami saya dipulihkan dan keluarga kami pun dipulihkan,” ujar Sri Hastuti.
“Ini kuncinya, untuk kuat menghadapi godaan seksual kita harus membangun hubungan yang kuat secara terus menerus dengan Tuhan. Itu sudah saya buktikan dalam hidup saya,” ujar Iyus. “Keluarga saya bahagia, istri saya bahagia, anak-anak saya bahagia. Kehidupan rumah tangga kami sungguh damai. Saya tahu dihadapan Tuhan saya adalah ciptaan yang baru.” (Kisah ini telah ditayangkan 6 Agustus 2007 dalam acara Solusi di SCTV).
Sumber Artikel : Jawaban.com Sumber Kesaksian : Iyus Ruswantahttp://kisahnyatakristen.kiosgeek.com/2008/12/15/kenajisan-terdalam/